Berita

Presiden Joko Widodo ketika meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau pada 17 September 2019/Net

Dunia

Pemanasan Global Hampir Tak Terkendali, PBB Keluarkan Peringatan Kode Merah

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 12:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah ahli yang tergabung dalam panel iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan "Kode Merah". Mereka menyebut pemanasan global saat ini hampir tidak terkendali.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin (9/8), Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengatakan manusia harus disalahkan atas pemanasan global yang mencipatakan perubahan iklim.

Tindakan cepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca memang dapat mengurangi beberapa dampaknya, namun ada hal-hal yang tidak dapat berubah.


Para ahli memperingatkan, gelombang panas mematikan, angin topan, dan cuaca ekstrem lainnya yang sudah terjadi saat ini akan menjadi lebih parah.

Peringatan ini digambarkan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai "Kode Merah untuk Kemanusiaan".

"Lonceng alarm memekakkan telinga. Laporan ini harus membunyikan lonceng kematian untuk batu bara dan bahan bakar fosil, sebelum mereka mereka menghancurkan planet kita," ujar Guterres, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, aktivis lingkungan Greta Thunberg mendesak publik dan media untuk memberikan tekanan besar-besaran pada pemerintah untuk segera bertindak.

Dalam tiga bulan ke depan, PBB akan menggelar konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia untuk mendesak negara-negara meningkatkan ambisi menangani perubahan iklim.

Berdasarkan lebih dari 14.000 studi ilmiah, laporan IPCC memberikan gambaran paling komprehensif dan rinci tentang bagaimana perubahan iklim mengubah alam, dan apa yang masih ada di depan.

Tanpa tindakan segera, cepat, dan skala besar yang diambil untuk mengurangi emisi, suhu global rata-rata kemungkinan akan mencapai atau melewati ambang batas pemanasan 1,5 derajat Celcius dalam 20 tahun.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya