Berita

Rusia/Net

Dunia

Sanksi Berbalas Sanksi, Moskow Larang Pejabat Inggris Masuk Wilayah Rusia

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 10:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia meminta Inggris agar membatalkan sanksi yang menekan beberapa pejabat Rusia. Sanksi yang dijatuhkan baru-baru ini adalah hal yang tidak berdasar dan menunjukkan kebijakan yang konfrontatif.   

Wakil direktur departemen informasi dan pers kementerian luar negeri Rusia, Nikolai Lakhonin, mengatakan, tindakan tidak bersahabat pemerintah Inggris adalah contoh nyata dari rencana sebenarnya mengenai kebijakannya di jalur Rusia, khususnya, jalannya menuju kegiatan destruktif dalam hubungan bilateral.

"Kami menyatakan bahwa setelah keluar dari Uni Eropa, Inggris Raya telah memperkuat penggunaan instrumen sanksi, termasuk untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam kampanye anti-Rusia," kata Lakhonin, dalam pernyataannya seperti dikutip dari Tass, Selasa (10/8).


Pada 10 Desember 2020, Inggris memberlakukan sanksi pribadi terhadap tiga politisi Rusia atas dugaan upaya melanggar hak-hak komunitas LGBT di Republik Chechnya. Selanjutnya, pada tanggal 26 April, empat belas warga negara Rusia terkena sanksi baru antikorupsi internasional Inggris atas kasus pengacara Sergei Magnitsky.

Rusia memandang Inggris terlalu ikut campur atas urusan dalam negeri negara lain.

"London begitu mudahnya 'menunjuk' mereka yang dianggap bertanggung jawab dan memberikan hukuman. Tindakan tersebut adalah upaya untuk mencampuri urusan dalam negeri negara asing dan memberikan tekanan pada sistem peradilan Rusia," kata Lakhonin.

Sebagai tanggapan atas apa yang dijatuhkan Inggris terhadap beberapa pejabat Rusia, maka Moskow pun memberlakukan sanksi terhadap beberapa pejabat Inggris yang terlibat dalam kegiatan anti-Rusia. sanksi diberikan berupa menolak masuk ke wilayah Rusia.

“Menanggapi tindakan tidak bersahabat dari otoritas Inggris dan atas dasar prinsip timbal balik, pihak Rusia telah mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi pribadi terhadap sejumlah warga negara Inggris yang secara aktif terlibat dalam kegiatan anti-Rusia. Mereka ditolak masuk ke Federasi Rusia," kata Lakhonin.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya