Berita

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi/Ist

Politik

Sindir Menkumham, Adhie Massardi: TKA China Sudah Tidak Asing Lagi, Makanya Bebas Masuk NKRI

SENIN, 09 AGUSTUS 2021 | 07:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kembali masuknya tenaga kerja asing (TKA) di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menunjukkan ada perubahan paradigma pemerintah terhadap warga China.

Dengan nada satire, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi menilai tenaga kerja asal China kini sudah tidak masuk kategori asing yang dilarang masuk Indonesia.

"Tenaga kerja asing (TKA) yang dicegah tangkal Menkumham itu pasti bukan yang dari China. Soalnya tenaga kerja asal China sudah tidak asing lagi," kata Adhie Massardi dikutip dari akun Twitternya, Senin (9/8).


Hal ini disampaikan merespons kembali masuknya 34 TKA asal China ke Indonesia pada Sabtu (7/8). Dikatakan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi, mereka merupakan pemegang izin tinggal terbatas (ITAS) yang sudah memenuhi aturan Satgas Penanganan Covid-19.

Pemerintah sendiri awalnya sudah memberi angin segar kepada masyarakat Indonesia yang resah terhadap pemberian karpet merah melalui Permenkumham 27/2021. Namun sayang, dalam Permenkumham tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah dalam Masa PPKM Darurat, ada celah.

Terdapat pengecualian untuk lima kelompok warga asing, yaitu mereka yang memiliki visa dinas dan diplomatik, pemegang izin tinggal dinas dan izin tinggal diplomatik, memiliki tujuan kesehatan dan kemanusiaan dengan rekomendasi kementerian/lembaga terkait, serta awak alat angkut.

Celah inilah yang disinyalir membuat 34 WN China masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta dengan menggunakan pesawat Citilink dengan kode QG8815 pada Sabtu kemarin.

"TKA China sudah tidak asing lagi, jadi bebas datang ke NKRI kapan saja," sindir Adhie Massardi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya