Berita

Gurubesar UIN Jakarta Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra/RMOL

Politik

Gurubesar UIN Jakarta: Lembaga Eksekutif Sekarang Terlalu Kuat seperti Zaman Orba

SABTU, 07 AGUSTUS 2021 | 10:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Optimisme menuju satu abad Indonesia di tahun 2024 harus dilakukan dengan konsolidasi ulang di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam aspek politik, kelembagaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus berjalan seimbang. Hal ini penting karena belakangan ini kekuasaan lembaga eksekutif makin menguat.

Demikian disampaikan Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra saat memberikan pengantar dalam peluncuran dan bincang buku Negara Bangsa Di Simpang Jalan karya jurnalis senior Budiman Tanuredjo, pada Sabtu siang (7/8).


"Kita melihat seolah kembali ke zaman Orde Baru, di mana eksekutif itu terlalu kuat, executive heavy (kekuasaan dominan berada di tangan presiden) itu kan dulu yang dikritik waktu zaman Pak Harto," kata Azyumardi Azra.

Pada era kepemimpinan Jokowi sekarang, dominasi kekuasaan kekuasaan atau executive heavy kembali terjadi di era Jokowi. Saat ini, kekuasaan eksekutif begitu besar karena didukung oleh suatu koalisi politik yang juga besar.

"Nah sekarang kita lihat juga gejala seperti itu. Sehingga kemudian hampir tidak ada lagi check and balance. Tidak ada lagi keseimbangan, tidak ada lagi koreksi, ini yang kita lihat sekarang ini," tuturnya.

"Sehingga apa pun yang diinginkan eksekutif tidak ada yang bisa ditolak. Perubahan UU; UU Minerba, UU KPK, dll," demikian Azyumardi Azra.

Turut hadir sejumlah narasumber dalam acara tersebut yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Pendiri Narasi Najwa Shihab. Adapun, Menko Polhukam Mahfud MD yang dijadwalkan hadir belum tampak dalam acara tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya