Berita

Puan Maharani saat bersama Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Sosok AHY dan Puan Mirip, Kesannya Dapat Jabatan Politik karena "Pemberian" Orangtuanya

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 19:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Setelah ada publikasi survei Indostrategic, sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Puan Maharani kembali menjadi perbincangan publik.

Dalam survei tersebut, Anies Baswedan disebutkan mendapatkan elektabilitas 20,25 persen sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani mendapat 14,65 persen.

Merespons hasil itu, Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim menyoroti sosok AHY dan Puan Maharani yang mendapat elektabilitas dua teratas dengan masing-masing pasangan capres Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.


Analisa pria yang karib disapa Yuko, untuk lebih mendapat dukungan politik masyarakat, AHY dan Puan sama-sama memiliki beban berat.

Sebab, ada bayang-bayang orang tuanya yang menjadi penguasa partai. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai simbol Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri yang menjadi Ketua Umum PDIP sampai saat ini.
    
Sebelum berbicara pencalonan presiden, Yuko menyarankan AHY dan Puan harus bisa lepas dari bayang-bayang orang tuanya. Apalagi, ia menilai, selama ini jabatan politik yang diraih dua sosok itu kesannya sangat adalah "pemberian" orang tuanya.

"AHY sebagai Ketum Demokrat tidak bisa dipengaruhi faktor SBY, Puan saat menjabat Menko PMK era Jokowi dan sekarang Ketua DPR yang tidak bisa dilepaskan bisa diraih karena "pemberian" orang tuanya," demikian penjelasan Yuko kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (6/8).

Sejak menjabat Ketua Umum Demokrat AHY gencar melakukan safari politik ke berbagai partai politik, organisasi kemasyarakatan dan struktur partai dari level provinsi hingga kabupaten/kota.

Puan Maharani yang digadang-gadang akan mewujudkan perjanjian Batutulis jilid II digadang-gadang akan dipasangan dengan Prabowo Subianto.

Belakangan baliho Puan juga terpasang di berbagai jalan protokol kabupaten/kota.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya