Berita

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama/Repro

Politik

Penyebaran Covid-19 Masih Ganas, KNPI Desak Menpora Batalkan PON Papua

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 19:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Laju penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas sejak pertengahan Juni hingga hari ini menjadi satu alasan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendesak pemerintah membatalkan penyelenggaraan PON XX Papua 2021.

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama mengatakan, rakyat Indonesia selama dua tahun ini diminta selalu mematuhi protokol kesehatan, terlebih saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang memberikan dampak perekonomian kepada masyarakat menengah ke bawah.

"Sangat ironis pemerintah tetap menyelenggarakan PON di Papua yang menghabiskan anggaran yang besar di saat rakyat kesulitan," kata Haris dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8).


Haris melihat, lonjakan Covid-19 dalam kurun waktu dua bulan ke belakang ditengarai penyebaran virus Covid-19 varian Delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi, dan menyebar ke semua daerah tidak terkecuali di Papua tempat penyelenggaraan pesta olahraga nasional ini.

"Penyelenggaraan PON XX Papua 2021 akan berpotensi menjadi klaster baru, membuat fasilitas kesehatan tidak mampu menangani situasi yang ada, tenaga medis kelelahan menangani pasien, bahkan ikut ada korban," ucapnya.

Haris mengajak pemerintah khususnya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali, untuk berkaca dari Jepang yang menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020, tapi tetap tidak mampu menekan lonjakan kasus Covid-19 usai olimpiade.

"Coba lihat Jepang, lonjakan kasus usai olimpiade semakin besar. Oleh karena itu KNPI meminta pemerintah segera membatalkan PON Papua," tegasnya.

Menurut Haris, pemerintah mempunyai dua opsi untuk menyelamatkan Indonesia dari gelombang pandemi akibat penyelenggaraan PON XX Papua 2021. Yaitu yang pertama menunda hari h pelaksanaannya atau membatalkan.

Kata Haris, dua opsi itu menjadi langkah paling baik guna menahan laju penyebaran virus Corona dan menghindari klaster baru di Bumi Cendrawasih atau bahkan seluruh Indonesia.

Jika pun pemerintah menjadikan vaksin Covid-19 sebagai syarat bagi atlet dan juga seluruh pihak yang terlibat dalam PON mengikuti pertandingan, Haris melihat itu tisak sesuai. Karena, cakupan vaksinasi yang digalakkan pemerintah masih jauh dari harapan, dan tidak memungkinkan herd immunity tercapai.

"Karena Covid-19 ini maka pemerintah harus menunda bahkan membatalkan PON XX 2021 Papua. Kita tidak menginginkan kematian warga negara semakin bertambah karena event tersebut," kata Haris.

"Apa pelaksanaan PON Papua begitu sangat penting sehingga tetap harus dilaksanakan. Sementara rakyat Indonesia banyak yang susah makan, kehilangan pekerjaan dan negara saat ini sedang kesulitan anggaran" sambungnya.

Oleh karena itu, jika pemerintah tetap ngotot menggelar PON Papua, maka Haris memastikan DPP KNPI akan mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurusnya di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Papua, untuk menggelar unjuk rasa.

"KNPI juga akan mengajak seluruh elemen pemuda, buruh, mahasiswa untuk turun menolak PON Papua. Karena kami menduga ini hanya keinginan sekelompok orang," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya