Berita

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Ist

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Tembus Zona Ekspansif, Rakyat Makin Percaya Kinerja PC-PEN

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 10:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertumbuhan ekonomi hingga 7,07 persen (yoy) di triwulan II-2021 menjadi yang tertinggi selama 16 tahun terakhir. Bahkan capaian ini mencatatkan rekor pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak Krisis Subprime Mortgage.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi persnya secara virtual, Kamis (5/8). Menurutnya, capaian tersebut juga sekaligus menunjukkan masih tingginya kepecayaan masyarakat dan investor kepada pemerintah.

“Masyarakat dan investor percaya dengan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Pertumbuhan ekonomi juga ditopang kuatnya pertumbuhan, baik dari sisi demand maupun supply,” kata Airlangga.


Dari sisi demand, komitmen PC-PEN mendorong konsumsi pemerintah tumbuh mencapai 8,06 persen (yoy) dan berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga 5,93 persen (yoy) dan konsumsi LNPRT tumbuh juga sebesar 4,12 persen (yoy).

Pembentukan Modal Tetap Bruto juga tumbuh tinggi 7,54 persen (yoy) seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian domestik yang mendorong kapasitas produksi dunia usaha. Membaiknya perekonomian global juga membuat ekspor tumbuh sangat tinggi sebesar 31,78 persen (yoy) disusul tumbuhnya impor 31,22 persen (yoy).

Dari sisi supply, seluruh sektor lapangan usaha mengalami perbaikan. Sektor industri pengolahan sebagai kontributor terbesar PDB tumbuh positif 6,58 persen (yoy), sektor transportasi dan pergudangan 25,10 persen (yoy) dan sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh 21,58 persen (yoy).

“Beberapa sektor yang mendukung aktivitas di tengah pandemi Covid-19 juga melanjutkan penguatan pertumbuhan, seperti sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan. Kami juga melihat sektor pertanian tumbuh berperan penting terhadap ketahanan pangan selama pandemi,” lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini.

Secara spasial, seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami perbaikan. Pulau Jawa sebagai kontributor perekonomian nasional mampu tumbuh tinggi diikuti oleh pulau Kalimantan dan Sumatera, serta Bali dan Nusa Tenggara.

Pulau Sulawesi serta Maluku dan Papua juga tumbuh tinggi beriringan dengan kenaikan nilai ekspor yang terjadi, terutama karena tingginya permintaan produk-produk komoditas unggulan di luar negeri.

“Pemulihan ekonomi global yang terjadi sepanjang semester I-2021 juga mendorong perbaikan ekonomi domestik serta menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia. Tren pemulihan ini diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir 2021,” jelas Menko Airlangga.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya