Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: BuzzerRp Lihai Spinning Persepsi, tapi Buat Rakyat Mah Ekonomi Masih Nyungsep

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 09:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Spinning persepsi atau memutar persepsi yang ada di hadapan publik lihai dilakukan oleh para pendengung media sosial atau buzzer yang selama ini menjadi pendukung Presiden Joko Widodo dalam menanggapi catatan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dikabarkan kepada publik seolah-olah laju ekonomi melonjak fantastis, yaitu meroket hingga 7,07 persen di kuartal II 2021.

“Voodoo economics: Jokowers dan BuzzerRp lihai melakukan “spinning persepsi”,” tutur ekonomi senior DR. Rizal Ramli kepada redaksi, Jumat (6/8).


Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur mengurai bahwa faktor utama laju pertumbuhan ekonomi itu tercermin tinggi disebabkan oleh low base effect. Artinya adalah pembanding yang digunakan terlampau jauh di bawah sehingga seolah apa yang dicapai saat ini sangat tinggi.

Dalam kasus ini, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2O21 dibandingkan dengan kuartal II 2020 yang berada di angka minus (-) 5,32 persen. Sehingga didapat kelajuan sebesar 7,07 persen yoy.

Padahal secara kuartalan, kuartal II 2021 dibanding dengan kuartal I 2021, pertumbuhan hanya 3,3 persen.

“Mereka selalu lakukan perbandingan dengan yang terendah (low base effect), sehingga kelihatan berprestasi,” tuturnya.

Teknik serupa juga digunakan oleh para pendengung untuk menyampaikan kabar perkembangan utang, ekonomi, hingga Covid-19. Sehingga semua yang dikerjakan pemerintah tampak meroket.

“Buat rakyat mah ekonomi masih nyungsep!” tegas mantan Menko Kemaritiman itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya