Berita

Anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie/Net

Politik

Jimly Asshiddiqie Heran Indonesia Mau Terima Ide Latihan Bersama Amerika Serikat

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Latihan bersama Garuda Shield ke-15 Tahun 2021 antara pasukan TNI dan militer dari Amerika Serikat menjadi sorotan. Salah satunya oleh anggota DPD RI Jimly Asshiddiqie.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini masih merasa heran latihan tersebut bisa digelar di Indonesia. Sebab, latihan dilakukan di saat ketegangan dunia sedang dalam tensi yang tinggi.

Rasa heran Jimly tersebut disampaikan langsung lewat akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Jumat pagi (6/8).


“Sy jg ketika baca berita ada latihan tempur TNI dg US Army di Baturaja, Sumsel, sngat heran. Kok di tengah ancaman PD3, Indonesia mau terima ide latihan bersama ini,” ujarnya.

Jimly menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut prinsip politik luar negeri Bebas Aktif. Selain itu, Indonesia juga memegang teguh prinsip non-blok.

Dia pun bertanya-tanya apakah Garuda Shield, yang melibatkan 2.161 prajurit TNI AD dan 1.547 personel US Army, tidak mengganggu Indonesia dalam menjalankan prinsip tersebut.

“Seolah tdk akan ganggu prinsip politik bebas aktif & non-blok Indonesia,” sambung kicauannya.

Pernyataan ini sendiri disampaikan Jimly menanggapi pernyataan analis pertahanan dan militer Connie Rahakundini Bakrie yang menyoroti latihan tempur pasukan TNI dan pasukan Amerika Serikat.
 
Connie menegaskan bahwa Indonesia masih negara non blok. Oleh karena itu, setelah Garuda Shield 15/2021 dengan AS, maka Indonesia juga harus segera membuat Garuda Dragon Shield dengan China atau Garuda Bear Shield dengan Rusia sebagai perwakilan negara-negara non coalition of the willing.

"Jadi harus segera Kasad bikin Garuda Bear dan Dragon shield. Ini sangat penting," ujarnya.

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Commanding General USARPAC General Charles A. Flynn secara resmi membuka latihan bersama Garuda Shield ke-15 Tahun 2021 yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD di Martapura, Baturaja, Sumatera Selatan, pada Rabu (4/8).

Latihan terbesar militer Indonesia dan Amerika Serikat ini diselenggarakan mulai 1 hingga 14 Agustus 2021 di tiga tempat berbeda. Yaitu Puslatpur Kodiklatad di Baturaja, Daerah Latihan Amborawang di Balikpapan, dan Makalisung di Manado.

Adapun materi latihan meliputi staff exercise, field training exercise (FTX), live fire exercise (LFX), aviation, dan medical exercise (medex). Ada juga dua program latihan yang akan digabungkan, yakni joint combined exchange training (JCET) dan Garuda Airborne.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya