Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Meksiko Gugat Raksasa Pembuat Senjata AS Lantaran Jual Produknya ke Kartel Narkoba

KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 | 20:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah produsen senjata terbesar di Amerika Serikat (AS) telah digugat oleh pemerintah Meksiko dengan dakwaan memicu pertumpahan darah karena menjual senjata mereka ke kartel narkoba.

Gugatan telah diajukan Meksiko kepada pengadilan federal AS di Boston pada Rabu (4/8). Gugatan sendiri menargetkan Smith & Wesson Brands, Barret Firearms Manufacturing, Beretta U.S.A, Colt's Manufacturing Company, Glock, dan Interstate Arms.

Dalam gugatannya, pemerintah Maroko menyebut perusahaan-perusahaan itu mengetahui bahwa praktik mereka berkontribusi dan memfasilitasi perdagangan senjata di Meksiko.


Itu dibuktikan dengan banyaknya senjata yang dikumpulkan dari lokasi kejahatan berasal dari AS, seperti dikutip Associated Press.

Untuk itu, pemerintah Meksiko ingin para terdakwa mengakhiri praktik perdagangan senjata ilegal mereka ke kartel narkoba dan penjahat lainnya.

Kementerian Luar Negeri Meksiko memperkirakan, 70 persen senjata yang diperdagangkan di negaraya bersal dari AS. Pada 2019 sendiri, terdapat  setidaknya 17 ribu pembunuhan terkait senjata.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan, gugatan diajukan sebagai bagian dari kampanye melawan senjata ilegal demi mengurangi pembunuhan.

Sementara itu, National Sports Shooting Foundation (NSSF) menolak tuduhan pemerintah Meksiko.

"Tuduhan itu tidak berdasar. Pemerintah Meksiko bertanggung jawab atas kejahatan yang merajalela dan korupsi di perbatasannya," wakil presiden dan penasihat hukum NSSF, Lawrence G. Keane.

Penasihat hukum Kementerian Hubungan Luar Negeri Alejandro Celorio mengatakan, pemerintah Meksiko tidak melakukan konsultasi dengan pemerintah AS sebelum mengajukan gugatan, dan hanya memberi tahu Kedutaan AS di Meksiko.

Dalam gugatan ini, pemerintah Meksiko akan diwakili oleh pengacara Steve Shadowen. Shadowen mengatakan, sekitar 30 kota di AS juga telah mengajukan tuntutan hukum serupa terhadap produsen-produsen senjata, dengan beberapa kota menang di pengadilan.

Profesor hukum di University of California Adam Winkler berpendapat, meski gugatan hukum yang diajukan pemerintah Meksiko cukup berani dan inovatif, namun hal ini tidak akan berhasi;.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Produsen senjata telah menikmati kekebalan luas dari keluhan selama dua dekade," jelasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya