Berita

Jurubicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

Elektabilitas AHY dan Partai Meroket, Jubir Demokrat: Pilihan Fokus Bantu Rakyat Berbuah Manis

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 14:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat merasa bersyukur atas temuan survei nasional Indostrategic yang menempatkan Partai Demokrat pada urutan ketiga dan elektabilitas Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melejit di urutan pertama berpasangan dengan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Tentunya hasil elektabilitas Partai Demokrat dan Mas AHY yang terus meningkat, sangat kami syukuri. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami," ujar Jurubicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu, Rabu (4/8).

Meski begitu, Herzaky mengatakan bahwa pihaknya tidak lantas berpuas diri dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil survei tersebut justru dijadikan pacuan untuk Partai Demokrat bisa melompat lebih tinggi bersama rakyat Indonesia.


"Pencapaian ini semakin memacu kami untuk terus konsisten memberikan yang terbaik untuk rakyat," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat ini menilai wajar apabila partai dan ketua umumnya mendapatkan lonjakan elektoral di lembaga survei. Pasalnya, AHY terus mengintruksikan kader Demokrat untuk terus fokus membantu masyarakat di saat pandemi Covid-19.

"Pilihan Mas AHY untuk fokus membantu rakyat terdampak pandemi, dan mengerahkan kader-kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia untuk terus membantu rakyat semampu kami, secara swadaya, berbuah manis," tuturnya.

Atas dasar itu, Herzaky menyebut rakyat pada akhirnya yang merasakan hasil kerja nyata AHY dan Partai Demokrat selama ini. Antara lain dengan mengapresiasi dan memberikan atensi kepada AHY dan Demokrat.

"Sehingga Mas AHY dan Partai Demokrat yang terus meningkat," tutupnya.

Pada rilis survei Indostrategic, tingkat elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2024 mendatang, Partai Demokrat menempati urutan ketiga. Sedangkan di urutan pertama adalah PDI Perjuangan disusun Partai Gerindra pada posisi runner-up.

"Terkait elektabilitas partai politik, jika pemilu dilaksanakan saat ini, partai politik paling banyak dipilih responden adalah PDIP (18,5 persen), Partai Gerindra (11,5 persen), Partai Demokrat (8,9 persen),” ujar Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khairul Umam saat memaparkan hasil surveinya, Selasa (3/8). 

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya