Berita

Pesawat Kepresidenan berubah warna saat dicat ulang/Net

Politik

Heboh Pesawat Kepresidenan Ganti Warna, Teringat Kembali Ramalan Mbak You soal Pesawat Merah Kecelakaan

SELASA, 03 AGUSTUS 2021 | 18:39 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Publik belakangan dihebohkan dengan penampakan pesawat kepresidenan yang berubah warna. Pesawat kepresidenan yang sebelumnya identik dengan warna putih biru diubah menjadi merah putih.

Perubahan warna pesawat kepresidenan ini pun ramai diperbincangkan di media sosial.

Pihak Istana juga telah membenarkan bahwa ada proyek pengecatan ulang pesawat Kepresidenan.


Dijelaskan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, pengecatan ulang warna pesawat Kepresidenan bertujuan untuk memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara.

Sorotan publik itu bukan saja soal berapa biaya dan mengapa dilakukan di masa pandemi. Hebohnya pengecatan warna baru itu juga membuat publik teringat pada ramalan paranormal kejawen Mbak You.

Mbak You memang sudah wafat, tetapi ramalannya diingat masyarakat. Salah satu yang kembali muncul, adalah ramalan soal kecelakaan pesawat berwarna merah.

Menurut Mbak You, pesawat dengan lambang merah akan mengalami kecelakaan parah pada tahun 2021.

"Ada juga insiden pesawat," ujar Mbak You dalam tayangan video konferensi pers yang direkam pada Jumat (20/11/2020).

"Ada lambang warna merahnya," sambungnya.

Ramalan tersebut pun belakangan terbukti nyata. Tepatnya, pada Sabtu (9/1/2021), ada pesawat dengan lambang warna merah dan biru yang mengalami kecelakaan.

Pesawat komersial rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak.

Pesawat tersebut adalah milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya