Berita

Ketua GP Ansor Jawa Timur, Gus Syafiq Sauqi/Net

Bisnis

Tuduhan Jusuf Hamka Dikoreksi Gus Syafiq

SABTU, 31 JULI 2021 | 19:32 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Tuduhan yang disampaikan pengusaha jalan tol M. Jusuf Hamka bahwa bank syariah zalim, seperti lindah darat, dan lebih kejam dari bank konvensional memancing tokoh-tokoh umat untuk buka suara menyampaikan dukungan pada perbankan syariah.

Tuduhan Jusuf Hamka yang disampaikan dan dibesar-besarkannya di media massa dan media sosial ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ketua GP Ansor Jawa Timur, Gus Syafiq Sauqi, termasuk tokoh umat yang merasa berkewajiban mengkoreksi tuduhan Jusuf Hamka itu.


Putra dari Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, KH Amanulloh, itu mengingatkan, Indonesia adalah negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Fakta demografis ini menjadi kekuatan moral tersendiri bagi perkembangan ekonomi syariah di tanah air.

Setelah Bank Muamalat didirikan pada 1991 sebagai bank syariah pertama di Indonesia, ekonomi syariah menjadi salah satu cabang dari disiplin ilmu ekonomi yang secara empiris berdiri sendiri dan banyak dikaji di perguruan tinggi di seluruh dunia.

“Maka menjadi kewajiban bagi GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Islam terbesar  khususnya untuk mensupport pertumbuhan dan perkembangan ekonomi syariah dan produk halal di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu sore (31/7).

Masyarakat khususnya umat Muslim diminta untuk tidak ragu berinvestasi di perbankan syariah. Kelahiran perbankan syariah adalah solusi atas kegamangan akan kehalalan bank konvensional.

“Umat Islam perlu membaca kembali sejarah lahirnya bank syariah. Ini adalah ijtihad ilmuwan Muslim dan ulama dalam menjawab persoalan umat yang meragukan kehalalan perbankan konvensional. Maka menjadi penting karena ini produk kelimuan ulama untuk kita support agar berkembang lebih besar lagi,” jelas Gus Syafiq.

Dia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir bila menghadapi persoalan dengan perbank syariah

“Ada Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional yang bekerja untuk memastikan kegiatan perbankan syariah sesuai dengan peraturan dan undang-undang serta tidak keluar dari aturan syariah,” kata dia lagi.

Dia menambahkan, kekuatan ekonomi syariah di masa depan juga didukung oleh kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin fokus, ditandai dengan penetapan Perpres 28/2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Kemenkop Akselerasi Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:44

DPR Wajib Awasi Partisipasi Indonesia di BoP dan ISF

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:42

Polisi Gadungan Penganiaya Pegawai SPBU Dibekuk

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18

BPC HIPMI Rembang Dukung Program MBG Lewat Pembangunan SPPG

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:56

Posisi Strategis RI di Tengah Percaturan Geopolitik

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:55

Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:21

Menkop Ajak Seluruh Pihak Kolaborasikan KDKMP dan PKH

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19

Setop Alfamart dan Indomaret Demi Bangkitnya Kopdes

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:52

PDIP soal Ambang Batas Parlemen: Idealnya Cukup 5-6 Fraksi di DPR

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:29

BNI Ingatkan Bahaya Modus Phishing Jelang Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:25

Selengkapnya