Berita

CIA/Net

Dunia

Terancam Penjara Seumur Hidup karena jadi Mata-mata China, Mantan Agen CIA Mengaku Derita Alzheimer

JUMAT, 30 JULI 2021 | 13:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus spionase yang dilakukan China terhadap Amerika Serikat (AS) telah menjerat seorang mantan perwira Badan Intelijen Pusat (CIA).

Adalah Alexander Yuk Ching Ma, seorang agen CIA yang bekerja dari 1982 hingga 1989. Ia ditangkap pada Agustus 2020 karena diduga membocorkan informasi rahasia ke China.

Dengan ancaman hukuman seumur hidup, Ma saat ini tengah meminta evaluasi kompetensi mental karena ia menyakini menderita penyakit Alzheimer.


Dari dokumen pengadilan yang dikutip Associated Press pada Jumat (30/7), pengacaranya, Birney Bervar telah mengajukan mosi permintaan evaluasi kompetensi mental setelah bertemu kliennya.

"Ma mengatakan dia tidak bisa mengingat banyak hal dan dia yakin itu mengganggu kemampuannya untuk membantu dengan baik dalam pembelaannya," begitu mosi yang diajukan Bervar.

Jaksa telah mendakwa Ma atas dugaan berkonspirasi dengan kerabatnya untuk membocorkan informasi pertahanan nasional yang dapat membantu pemerintahan asing, dalam hal ini China.

Data mengungkap, Ma memiliki seorang kakak laki-laki yang diduga menjadi rekan konspiratornya sebagai mata-mata untuk China. Sang kakak juga mengalami penyakit serupa sehingga tuntutan tidak bisa diajukan.

Ma sebelumnya membenarkan ia telah bertemu dengan pejabat intelijen Beijing, yang belakangan terungkap merupakan agen FBI yang menyamar. Ketika itu Ma mendapat uang tunai 2.000 dolar AS atas informasi yang dibocorkannya.

Sidang Ma dijadwalkan pada 12 Agustus. Jika terbukti bersalah, mantan perwira CIA itu bisa menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya