Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan/Net

Dunia

Imran Khan: Taliban Adalah Warga Negara Biasa, Sulit Bagi Pakistan untuk Memburunya

KAMIS, 29 JULI 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakistan tidak bisa memburu Taliban lantaran mereka hanya warga sipil biasa dan bukan militer.

Begitu yang dikatakan oleh Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ketika diwawancarai oleh PBS News Hour yang dikutip The Times of India pada Selasa malam (27/7).

Pernyataan itu merupakan jawaban ketika Khan ditanya bagaimana pihaknya memburu Taliban yang diduga banyak bersembunyi di Pakistan.


"Sekarang ada kamp berisi 500 ribu orang, kamp berisi 100 ribu orang. Dan Taliban tidak memakai pakaian militer, mereka adalah warga sipil biasa. Jika ada banyak warga sipil di kamp-kamp ini, bagaimana Pakistan memburu orang-orang ini?" tanya Khan.

Jawaban Khan merujuk pada data bahwa Pakistan telah menampung 3 juta pengungsi Afghanistan, yang mayoritas adalah Pashtun, etnis yang sama dengan pejuang Taliban.

Selanjutnya, Khan juga ditanya perihal dugaan bahwa Pakistan menjadi tempat persembunyiaan bagi Taliban.

"Di mana tempat persembunyian ini? Ada 3 juta pengungsi di Pakistan yang merupakan kelompok etnis yang sama dengan Taliban," jawabnya.

Khan kemudian membantah bahwa Taliban sudah membantu Taliban secara militer, finansial, dan intelijen untuk melawan pemerintah Afghanistan.

Bahkan ia mengatakan ribuan orang Pakistan kehilangan nyawa mereka setelah perang Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, meski Pakistan tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi pada 11 September 2001, di New York.

Menurut sebuah laporan yang disiapkan untuk Dewan Keamanan PBB, sekitar 6.000 teroris Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) beroperasi di sisi perbatasan Afghanistan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya