Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in/Net

Dunia

Korut-Korsel akan Buka Kantor Penghubung, Jajaki Rencana Pertemuan Puncak

RABU, 28 JULI 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemulihan hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan mengalami perkembangan. Bahkan keduanya saat ini tengah membahas rencana pertemuan tingkat tinggi.

Menurut tiga sumber pemerintahan Korea Selatan, Seoul dan Pyongyang juga sedang membahas rencana pembukaan kembali kantor penghubung yang tahun lalu diledakkan.

Seorang sumber mengatakan, pemulihan hubungan merupakan hasil pertukaran surat yang dilakukan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada April. Menurut bocoran, keduanya bertukar surat sebanyak 10 kali.


Keduanya membahas upaya peningkatan hubungan yang memburuk sejak pertemuan puncak Korea Utara, AS, dan Korea Selatan pada 2018.

Tahun lalu, hubungan dua Korea mundur secara signifikan dengan Pyongyang mencabut komunikasi dengan Seoul, dan meledakkan kantor penghubung Kaesong.

Langkah itu diambil karena Korea Selatan dianggap membiarkan aksi para pembelot untuk mengirim selebaran propaganda di perbatasan Korea Utara.

Dikutip dari Reuters, sejauh ini belum ada kerangka waktu atau detail yang diajukan untuk melakukan pertemuan puncak karena pandemi Covid-19.

"Pembicaraan masih berlangsung, dan Covid-19 menjadi hambatan terbesar. Pertemuan tatap muka adalah yang terbaik, tetapi mudah-mudahan situasinya akan menjadi lebih baik," ujar seorang sumber.

Sementara itu sumber lainnya mengatakan, kemungkinan pertemuan puncak secara virtual juga tidak dikesampingkan karena keputusan tergantung pada Korea Utara.

“Jika kita bisa melakukan itu dan Korea Utara memiliki kemampuan itu, itu akan membuat perbedaan besar, dan membuka begitu banyak jendela peluang, sesuatu untuk memulai kembali pembicaraan dengan Amerika Serikat," terangnya.

Hingga saat ini, Korea Utara belum melaporkan kasus Covid-19. Meski begitu, negara ini memberlakukan aturan yang ketat, termasuk menutup perbatasan hingga melarang pertemuan dengan warga negara asing sejak pandemi muncul.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya