Berita

Amerika Serikat akan membiayai perawatan kasus Long Covid/Net

Dunia

Di Amerika, Perawatan Pasien Long Covid Akan Dibiayai Negara

SELASA, 27 JULI 2021 | 11:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Semua perawatan kasus Long Covid yang dialami oleh pasien Covid-19 yang telah pulih di Amerika Serikat akan ditanggung oleh pemerintah.

Presiden Joe Biden mengatakan, kasus Long Covid telah memenuhi syarat sebagai kecatatan sehingga perawatannya akan didasarkan pada UU Penyandang Disabilitas.

"Kami menyatukan lembaga-lembaga untuk memastikan orang Amerika dengan Long Covid-19 yang memiliki disabilitas mendapatkan akses ke hak dan sumber saya yang sesuai dengan UU Disabilitas," ujar Biden dalam pidatonya di Gedung Putih untuk merayakan tahun ke-31 UU tersebut.


Perawatan tersebut termasuk akomodasi dan layanan di tempat kerja dan sekolah, hingga sistem perawatan kesehatan.

Adapun kasus Long Covid yang memenuhi syarat seperti kelelahan hingga kerusakan otak.

Departemen Kesehatan dalam pernyataannya mengatakan pihaknya akan menilai kasus Long Covid mana yang memenuhi syarat. Namun gejala yang secara substansial membatasi aktivitas sehari-hari kemungkinan akan memenuhi syarat.

Pengumuman ini muncul ketika banyak pasien Covid-19 yang telah sembuh di Amerika melaporkan mengalami beberapa gejala berkepanjangan. Efek jangka panjangnya sangat luas, termasuk masalah seperti nyeri sendi, demam, kelelahan, penglihatan ganda dan bahkan rambut rontok.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya