Berita

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Menurun, Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan Dan Jam Malam

SENIN, 26 JULI 2021 | 07:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menurunnya infeksi harian Covid-19 membuat otoritas Afrika Selatan mencabut sejumlah pembatasan sosial yang diberlakukan untuk menangkal virus.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Minggu (25/7), Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan Afrika Selatan telah melewati puncak gelombang ketiga Covid-19, meski di beberapa provinsi masih terjadi lonjakan kasus.

"Angka terbaru menunjukkan bahwa kita sebagian besar telah melewati puncak gelombang ketiga infeksi," ujar Ramaphosa, seperti dikutip Reuters.


Dengan penurunan kasus Covid-19, Ramaphosa mengumumkan perubahan status pembatasan ke level 3, berdasarkan sistem 5 level, dengan level 5 menjadi yang tertinggi.

Pembatasan level 3 artinya warga dapat melakukan perjalanan antar-provinsi, sementara jam malam akan dimulai lebih longgar yaitu 10 malam, dari 9 malam, hingga 4 pagi.

Mulai Senin (26/7), penjualan alkohol mulai diizinkan. Larangan penjualan minuman keras di restoran juga dicabut.

Kendati begitu, pertemuan di dalam maupun luar ruangan masih dilarang.

Selama sebulan terakhir, Afrika Selatan mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu oleh munculnya varian Delta. Tingkat infeksi mencapai puncak pada awal Juli, dengan 26.500 kasus. Tetapi dalam sepekan terakhir menurun dengan rata-rata 12.000 per hari.

Kasus Covid-19 di Afrika Selatan diketahui telah berkontribusi 40 persen dari total kasus di seluruh Afrika.

Sejauh ini, Afrika Selatan telah memvaksinasi 4 persen dari populasinya yang berjumlah 60 juta orang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya