Berita

Pejabat AS dan koalisi telah menyatakan bahwa pasukan AS tidak lagi menemani pasukan Irak dalam misi darat/Reuters

Dunia

Irak Tidak Lagi Perlu Pasukan AS Untuk Perangi ISIS

MINGGU, 25 JULI 2021 | 23:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Irak tidak lagi membutuhkan pasukan tempur Amerika Serikat untuk memerangi kelompok militan ISIS. Begitu pernyataan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi pada akhir pekan ini.

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa kerangka waktu formal untuk penempatan kembali pasukan Amerika Serikat akan tergantung pada hasil pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat pekan ini.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Associated Press dia menjelaskan bahwa Irak masih akan meminta pelatihan Amerika Serikat dan pengumpulan intelijen militer. Namun pihaknya akan mencari garis waktu untuk penarikan pasukan tempur Amerika Serikat tersebut.


"Tidak perlu ada pasukan tempur asing di tanah Irak,” tegasnya dalam wawancara tersebut.

"Perang melawan ISIS dan kesiapan pasukan kami membutuhkan jadwal khusus, dan ini tergantung pada negosiasi yang akan kami lakukan di Washington," tambahnya.

Wawancara ini dirilis jelas kunjungannya ke Amerika Serikat. Al-Kadhimi rencananya akan mengunjungi Gedung Putih dan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk perbincangan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Meski begitu, al-Kadhimi tidak menampik bahwa ancaman kebangkitan ISIS di Irak masih ada. Oleh karena itu pihaknya berhati-hati untuk menekankan bahwa Baghdad tidak mencari penarikan penuh.

“Apa yang kami inginkan dari kehadiran Amerika Serikat di Irak adalah untuk mendukung pasukan kami dalam melatih dan mengembangkan efisiensi dan kemampuan mereka, dan dalam kerja sama keamanan,” kata al-Kadhimi.

“Irak memiliki seperangkat senjata Amerika yang membutuhkan perawatan dan pelatihan. Kami akan meminta pihak Amerika untuk terus mendukung pasukan kami dan mengembangkan kemampuan kami,” jelasnya.


Diketahui bahwa kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak telah mencapai sekitar 2.500 sejak akhir tahun lalu ketika Presiden Donald Trump memerintahkan pengurangan dari semula 3.000 pasukan.

Langkah penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak sebenarnya telah digaungkan sejak pemerintahan Presiden Barack Obama. Pada saat itu, Obama menarik pasukan Amerika Serikat dari Irak pada tahun 2011, menciptakan kekosongan keamanan yang membantu munculnya ISIS. Lalu pada tahun 2014, pasukan Amerika Serikat kembali dikerahkan ke sana.

Masih belum jelas persis bagaimana Washington dan Baghdad mendefinisikan pasukan tempur dan berapa banyak pasukan yang benar-benar akan dikerahkan di bawah rencana tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya