Berita

Kepala Satgas Covid-19 Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban/Net

Kesehatan

PPKM Darurat Diperpanjang Lagi, Prof Zubairi Djoerban: Wajar, Pasien Kritis Masih Sulit Cari RS

MINGGU, 25 JULI 2021 | 21:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Dalam pengumumannya pada Minggu malam (25/7), Presiden Joko Widodo mengatakan, akan ada beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat selama perpanjangan PPKM Darurat secara bertahap.

Menanggapi keputusan pemerintah, Kepala Satgas Covid-19 Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengaku tidak heran karena infeksi Covid-19 di tanah air masih tinggi.


"Dokter dan nakes kewalahan, pasien kritis sulit cari rumah sakit, serta positivity rate pun masih tinggi. Jadi, wajar PPKM Darurat diperpanjang," ujar Zubairi lewat akun Twitter pribadinya setelah pengumuman.

Zubairi berharap, dengan keputusan perpanjangan PPKM Darurat, pemerintah dapat mempersiapkan diri dan konsisten mengawasi penerapan protokol kesehatan untuk sektor-sektor yang dilonggarkan.

Perpanjangan PPKM Darurat sebelumnya telah dilakukan oleh pemerintah selama lima hari yang berakhir pada 25 Juli 2021.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19, Indonesia mencatat 38.679 kasus Covid-19 dan 1.266 kematian pada Minggu. Totalnya, infeksi secara nasional menjadi 3.166.505 kasus Covid-19 dengan 83.279 kematian.

Kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan 227 kasus, menjadi 573.908, dari sehari sebelumnya mencapai 574.235.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya