Berita

Makam jenazah yang terpapar Covid-19/Net

Publika

Before It Is Too Late

JUMAT, 23 JULI 2021 | 12:57 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

KEMARIN tetangga sebelah mati. Today Ibu RT nyusul. Semakin ganas. Delta strain. Ambulance meraung-raung. Semakin banyak. Mobil jenazah Covid berlalu.

A political virus. Tons of covidiots. Political scientist ngga bisa eradicate the virus. Tapi impact Covid-19 ditentukan by politics.

Thomas Hale menyatakan, “Covid-19 attacks human body. But it is largely the body politic that defends us against it”.


“This concept that it’s about health versus economics is really misguided,” kata James Carville.

Orang lapar ngga bisa stay home. Orang takut keluar ngga bisa mengembalikan bisnis seperti biasa.

Notorius pipeline: health problem-economic disruption-political crisis. Krisis ditandai adanya threat, uncertainty, dan time pressure. Ketiga variabel menentukan outcomes politik dan ekonomi.

Oposisi Sayap Kanan mengekstraksi ke-dungu-an Gerombolan anti-maskers, far-right conspiracy theorists, anti-chinese, anti-communist, anti-vaxxers, climate change deniers, dan flat earther. These people are labeled as dumb, stupid, irresponsible or crazy. At face value, these labels seem accurate.

Populism adalah retorika oposisi. Seolah bela rakyat. Padahal mengidap narsistic & anti-science.

Krisis politik, sosial & ekonomi meruntuhkan trust public kepada pemerintah. Oposisi siram bensin amarah. Bisa jadi justifikasi Kelompok Radikals mengkudeta rezim.

Krisis ngga cuma beri ruang populisme kepada Oposisi. Krisis adalah rekonstruksi discursive dan blame narratives yang diciptakan Oposisi.

The Covid-19 pandemic menebalkan ekspresi populist attitudinal seperti distrust in expert advice, skepticism toward elite overprotectiveness, dan antipathy against government regulation.  

Oposisi Sayap Kanan meng-epic-kan & spectacularize social, political and economic problems. Menuding Pemerintah gagal mengatasinya. Landasan agitasi & menghasut masyarakat, to propagate the sense of crisis and turn “the people” against a dangerous “other”. (Moffitt, 2015: 210).

Menurut Garmendia and Alfonso (2020), Di Spanyol, krisis Covid-19 mendorong greater demands untuk techno-authoritarian decision-making dan strong leadership. Rakyat bersedia “to give up individual freedom and support for the idea of re-centralization of devolved powers”.

Re-sentralisasi menjadi kebutuhan Indonesia. Tiongkok, Singapore, Vietnam, Jepang, lebi baik handling Covid-19 dari Amerika. Salah satunya karena Sentralisasi dan ngga ada Oposisi ganas menghalalkan segala cara.

Techno-authoritarian decision-making ingin dipraktikan Pemda Jakarta. Pidana Penjara 3 bulan bagi pelanggar prokes nggak pakai masker.

Anggota Dewan Habiburokhman dari Fraksi Gerindra bereaksi. Nggak setuju dengan ancaman kurungan Pemda Jakarta.

Rakyat ngga pake masker bisa karena “unintentional ignorance”. Covid-19 makes people sick & stupid. Yang perlu ditumpas adalah provokator, otak gerombolan, donatur gerakan dan propagandis chaoz. Jangan tunggu sampai terlambat. Iris tipis-tipis.

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak)

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya