Berita

Pendukung pemerintah Kuba berkumpul di Monumen Maximo Gomez, Havana pada 11 Juli 2021/Net

Dunia

Komentar AS Soal Protes Kuba Adalah Upaya Membenarkan Intervensi Militer

JUMAT, 23 JULI 2021 | 11:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Komentar yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) terkait protes nasional di Kuba merupakan upaya Washington untuk membenarkan intervensi militer.

Wakil Direktur Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Kuba, Johana Tablada mengatakan, Washington telah salah menggambarkan situasi di Kuba.

AS sendiri menyebut protes nasional pada 11 Juli merupakan upaya rakyat Kuba untuk mencapai kemerdekaan mereka. Sementara aksi protes sendiri terjadi karena masalah ekonomi di tengah lonjakan kasus Covid-19.


"Stereotip yang menakut-nakuti siapa pun tidak akan pernah menginjakkan kaki di Kuba, karena kesombongan dan ketidakpedulian mereka terhadap kebenaran," ujar Tablada, seperti dikutip Associated Press, Jumat (23/7).

“Mereka sangat tertarik untuk mengarang realitas alternatif karena kerusuhan 11 Juli tidak cukup untuk membenarkan perang yang sedang dilancarkan pada kita,” tambahnya.

Tablada mengatakan tidak ada gerakan militer AS saat ini yang ditujukan ke Kuba, tetapi ada tanda-tanda agresivitas yang ekstrem, mirip seperti intervensi di Libya dan Irak.

Pada 11 Juli, ribuan rakyat Kuba turun ke jalan-jalan, mengeluh adanya pemadaman listrik, antrean panjang di toko-toko, kekurangan pasokan barang, hingga harga yang naik.

Pemerintah Kuba menyebut krisis ekonomi juga disebabkan sanksi AS yang dijatuhkan selama pemerintahan Donald Trump.

Protes berakhir dengan aksi vandalisme, perusakan mobil patroli, pelemparan batu ke rumah sakit dan penjarahan. Ada juga penangkapan dengan kekerasan terhadap pengunjuk rasa oleh polisi.

Para pejabat belum merilis daftar tahanan, tetapi Human Rights Watch mengatakan ada sekitar 500 orang telah ditangkap.

Kolonel Víctor Alvarez dari Kementerian Dalam Negeri mengatakan beberapa tahanan telah dibebaskan karena tidak ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa mereka berpartisipasi dalam protes, tetapi yang lain sedang diproses oleh sistem peradilan.

Protes 11 Juli merupakan yang terbesar selama lebih dari dua dekade.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya