Berita

Pemeriksaan Covid-19 oleh petugas kesehatan/Net

Kesehatan

Bantah Penurunan Angka Positif Karena Testing Dikurangi, Jubir Satgas: Itu Karena Delay Input

SELASA, 20 JULI 2021 | 18:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Protes sejumlah pihak terkait angka pemeriksaan Covid-19 yang menurun, dan berakibat pada angka positif Covid-19 ikut menurun, dijawab oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Jurubicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan sebab dari menurunnya angka pemeriksaan Covid-19 yang menjadi polemik di tengah masyarakat, bahkan ada yang menganggap sengaja dikurangi.

"Terdapat beberapa kemungkinan menyebabkan jumlah spesimen yang diperiksa (turun jumlahnya). Seperti penurunan testing di akhir pekan atau delay input yang berasal dari laboratorium ke dalam sistem data," ujar Wiku dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).


Lebih lanjut, Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 ini memastikan ke depannya angka testing Covid-19 akan mencapai target yang diharapkan, seperti yang ditetapkan di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 15/2021.

"Ke depannya pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas upaya 3T (testing, tracing, treatment) secara keseluruhan dengan berkoordinasi serta memnfasilitasi pemda untuk capai targetnya masing-masing sesuai yang ditetapkan dalam inmendagri," demikian Wiku.

Persoalan angka testing Covid-19 ini sempat diprotes beberapa kalangan. Misalnya oleh inisiator LaporCovid-19, Ahmad Arif, yang mengaku heran dengan jumlah kasus positif yang menurun selama tiga hari belakangan. Dan ternyata, hal itu beriringan dengan turunnya jumlah orang dan spesimen yang diperiksa.

Selain Ahmad Arif, anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi, juga ikut angkat bicara terkait penurunan angka kasus positif itu.

Menurutnya hal tersebut bukan satu hal yang menggembirakan. Karena ia tahu, penurunan kasus positif terjadi karena adanya penurunan jumlah testing yang dilakukan pemerintah.

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Politik RMOL, pada Senin kemarin (19/7) angka kasus positif Covid-19 tercatat bertambah sebanyak 34.257 orang, lebih rendah dari hari Minggu (18/7) yang bertambah sebanyak 44.721 orang dan Sabtu (17/7) sebanyak 51.952 orang.

Jika melihat angka testingnya, pada hari Sabtu jumlah pemeriksaan mencapai 188.551 orang, dengan spesimen yang diambil 251.392 sampel

Sedangkan pada hari Minggunya, terjadi penurunan yang cukup drastis yaitu menjadi 138.046 orang yang diperiksa, dengan spesimen yang diambil 192.918.

Adapun pada hari Senin kemarin, angka testingnya sebanyak 127.461 orang yang diperiksa, dengan jumlah spesimen yang diambil 160.686 sampel.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya