Berita

Mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi/RMOL

Politik

Bukan Covid-19 Yang Menakutkan Rakyat, Tapi Cara Pemerintah Atasi Pandemi Yang Tanpa Konsep

SENIN, 19 JULI 2021 | 08:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setahun. Namun angka sebarannya di Indonesia justru makin mengganas.

Sebuah kesimpulan dipetik oleh mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi tentang fenomena yang terjadi di tanah air. Bahwa yang paling menakutkan sebenarnya bukan virus corona, tapi pemerintah yang gagal mengantisipasi.

“Memang bukan Covid-19 yang menakutkan masyarakat, tapi cara mereka mengatasi pandemi,” ujarnya kepada redaksi, Senin (19/7).


Adhie mencatat bahwa penanganan Covid-19 selama ini dilakukan tanpa konsep yang jelas. Pemerintah seperti tidak memiliki roadmap bagaimana menangani sebaran hingga akhirnya virus bisa benar-benar menghilang dalam tenggat tertentu.

“Jadi tanpa konsep, tanpa roadmap, tanpa landasan keolmuan dan manajemen krisis yang persis,” tuturnya.

Bahkan yang disayangkan oleh Adhie Massardi, di saat rakyat sedang dilanda kecemasan akan kesehatan dan ekonomi, masih ada pejabat yang berniat mengeruk untung dari pandemi.

“Yang ngeri kok ada pejabat negara kepikiran mau nyari laba dari jualan vaksin? Padahal negara lain hibahkan?” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya