Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson teridentifikasi oleh sistem uji dan lacak negara itu sebagai orang yang melakukan kontak dengan orang lain yang terpapar oleh virus corona yang dikonfirmasi/Net

Dunia

Kontak Dekat Dengan Orang Yang Terpapar Covid-19, PM Inggris Kok Tidak Karantina?

MINGGU, 18 JULI 2021 | 22:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson teridentifikasi oleh sistem uji dan lacak negara itu sebagai orang yang melakukan kontak dengan orang lain yang terpapar oleh virus corona yang dikonfirmasi.

Menurut keterangan yang dirilis oleh Downing Street akhir pekan ini, Johnson telah diperingatkan mengenai hal itu oleh aplikasi telepon uji dan lacak kontak Covid-19. Dia diketahui mengadakan pertemuan pada hari Jumat (16/7) dengan Menteri Kesehatan Sajid Javid, yang dinyatakan positif Covid-19, sehari setelahnya.

Javid mengaku bahwa dia hanya mengalami gejala ringan.


Sebenarnya, orang-orang yang diberi tahu menjadi kontak dekat dengan mereka yang terpapar Covid-19 melalui aplikasi itu seharusnya melakukan karantina mandiri selama 10 hari. Meskipun demikian, hal itu bukan bukan persyaratan hukum, melainkan bersifat anjuran, agar menutup celah penularan virus corona.

Namun menurut keterangan yang dirilis kantor Johnson, sebagaimana dikabarkan Reuters, sang perdana menteri tidak akan melakukan karantina, melainkan hanya akan melakukan tes virus corona harian sebagai gantinya

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari sistem alternatif yang sedang diujicobakan di beberapa tempat kerja, termasuk pemerintah.

Hal yang sama berlaku untuk kepala Keuangan Rishi Sunak, yang juga dihubungi aplikasi itu setelah bertemu Javid.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya