Berita

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang menjajaki kemungkinan untuk menyiapkan hotline khusus dengan pemerintah China/Net

Dunia

AS Jajaki Kemungkinan Buka Hotline Darurat Dengan China, Mirip Red Phone Dengan Uni Soviet Pada Masa Perang Dingin

KAMIS, 15 JULI 2021 | 22:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang menjajaki kemungkinan untuk menyiapkan hotline khusus dengan pemerintah China untuk komunikasi darurat. Hotline khusus ini mirip dengan apa yang disebut dengan "red phone" yang pernah didirikan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet di masa Perang Dingin.

Pada masa itu red phone memungkinkan komunikasi langsung dengan Kremlin sebagai cara untuk menghindari perang nuklir.

Konsep tersebut masih dalam tahap awal dan belum secara resmi diangkat dengan China. Namun, pemerintahan Biden ingin mengembangkan alat komunikasi cepat yang dapat dijadikan upaya yang lebih luas untuk mengurangi risiko konflik antara Amerika Serikat dan China.


Kabar ini dikemukakan oleh seorang pejabat Amerika Serikat dan sejumlah sumber anonim yang dekat dengan informasi tersebut kepada CNN pada Kamis (15/7).

Jika terealisasi, maka hotline darurat ke Beijing ini akan memungkinkan Biden, atau pejabat tinggi di tim keamanan nasionalnya, segera mengirim panggilan telepon atau pesan terenkripsi ke Presiden Xi Jinping atau orang-orang di sekitarnya. Misalnya, informasi mendesak dapat dibagikan tentang gerakan militer mendadak atau pesan peringatan yang dikirim tentang peretasan dunia maya.

Menurut sumber yang sama, sebenarnya gagasan untuk membuat hotline darurat dengan negeri tirai bambu telah dimulai setidaknya sejak pemerintahan Presiden Barack Obama, meskipun konsep tersebut tidak dikodifikasikan ke dalam memo keamanan nasional rahasia sampai tahun terakhir pemerintahan Donald Trump.

Namun kini pejabat pemerintahan Biden menindaklanjuti gagasan itu. Akan tetapi, masih ada banyak detail yang harus diselesaikan, termasuk apakah China akan setuju untuk menggunakan perangkat itu atau tidak.

Hotline serupa ke China sendiri sebenanrya sudah ada di Pentagon dan seharusnya digunakan secara eksklusif untuk masalah militer, tetapi jarang digunakan.

"Kami memang memiliki hotline. Diketahui, beberapa kali kami menggunakannya, hanya berdering di ruang kosong selama berjam-jam," kata koordinator senior Dewan Keamanan Nasional Indo-Pasifik, Kurt Campbell pada awal tahun ini saat berbicara soal diplomasi AS-China dan Taiwan.

Namun, masalah dengan sistem saat ini ditambah dengan militer China yang semakin ofensif telah menyebabkan meningkatnya kekhawatiran di antara pejabat keamanan nasional Amerika Serikat soal potensi salah perhitungan dengan China serta kemungkinan untuk meningkatkan komunikasi.

"Ada kekurangan alat yang mengkhawatirkan untuk manajemen insiden dalam hubungan Amerika Serikat-China. Sangat mendesak bahwa pemerintah Amerika Serikat mengejar jalur komunikasi kerja yang memungkinkan mereka untuk menanggapi krisis atau mencegah krisis," kata Danny Russel, mantan asisten sekretaris di Departemen Luar Negeri.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya