Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Politik

Tidak Sesuai Perintah Jokowi, PT Kimia Farma Didesak Batalkan Vaksin Berbayar

RABU, 14 JULI 2021 | 22:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Rencana vaksin berbayar yang akan dilakukan oleh perusahaan pelat merah PT Kimia Farma masih mendapatkan kritikan dari berbagai elemen.

Salah satu elemen yang menyatakan penolakannya adalah Indonesian Youth Leaders for Change (IYLC) Institute.

Chief Executife IYLC Institute Muhammad Syarif Hidayatullah menilai, vaksin berbayar yang akan dilakukan di beberapa titik itu merupakan bentuk tindakan pemerintah yang berbisnis dengan rakyatnya.


"Di tengah kondisi ekonomi rakyat Indonesia saat ini yang memprihatinkan akibat dampak pandemi Covid-19, masih sempat-sempatnya pemerintah berbisnis dengan rakyatnya. Mengkomersialisasikan vaksin yang sebenarnya wajib diberikan ke rakyat secara gratis," kata Syarif, Rabu (13/07).

Syarif mengaku heran dengan rencana yang tenagh ditunda oleh PT Kimia Presiden Jokowi sudah pernah mengumumkan bahwa vaksin untuk Covid-19 gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam pandangan Mantan Ketua OKP PB PMII periode 2017-2020 itu, apa yang dilakukan PT Kimia Farma tidak sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

"Padahal, tujuan mengapa vaksin mesti digratiskan agar negara kita cepat mencapai target herd immunity. Kenapa harus membuat yang berbayar yang hanya menambah beban masyarakat saja" jelasnya.

Atas dasar itu, Syarif meminta kepada Menteri BUMN untuk menghentikan dan membatalkan program vaksin berbayar tersebut.

"Hentikan dan batalkan program itu. Kalau perlu, Pak Erick Tohir mencopot Dirut PT Kimia Farma yang dalam kondisi ekonomi masyarakat yang memprihatinkan saat ini," tegas Syarif.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF)  semula akan dilaksanakan mulai hari ini, Senin (12/7) di delapan klinik Kimia Farma di enam kota di Jawa dan Bali. Total kapasitas pelayanan vaksinasinya sebanyak 1.700 peserta per hari.

Rencana ini sendiri sempat mendapat kritik keras dari masyarakat lantaran Presiden Joko Widodo telah berjanji untuk menjamin vaksinasi secara gratis. Di satu sisi pasokan vaksin untuk vaksinasi gratis masih belum memadai.

Akhirnya setelah mendapat gelombang kritik dari berbagai kalangan, PT Kimia Farma memilih untuk menunda pemberlakuan vaksin berbayar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya