Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf/RMOL

Politik

Ajak Rakyat Bantu Negara, Jokowi Kibarkan Bendera Putih?

MINGGU, 11 JULI 2021 | 22:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa menyelesaikan pandemi virus corona baru (Covid-19) sendirian.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan bahwa dukungan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk keluar dari pandemi Covid-19.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan saat menghadiri acara doa bersama yang digelar oleh Kementerian Agama dengan tajuk #PrayFromHome, Minggu (11/7).


"Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian. Semua pihak harus berkolaborasi, bekerjasama saling tolong-menolong, bergotong-royong mengatasi ujian yang maha berat ini," demikian pernyataan Jokowi yang dikutip dari lama Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (11/7).

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf menilai, pernyataan terbuka Joko Widodo itu adalah bentuk deklarasi mengibarkan bendera putih.

Kata Gde Siriana, Saat ini rakyat harus gotong royong bantu sesama yang sedang menjalani isolasi mandiri. Sebab, negara tidak sanggup memenuhi kebutuhan rakyatnya.

"Saya kira ini bisa dianggap sebagai deklarasi "bendera putih" Jokowi. Rakyat harus gotong royong demi bantu sesama warga yang isoman di rumah karena negara tidak sanggup lagi penuhi kebutuhan rakyat sesuai konstitusi," demikian kata Gde Siriana saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (11/70.

Dalam pandangan Komite Eksekutif KAMI ini, kalau negara sanggup menangani Covid-19, rakyat bisa berdiam di rumah dengan tenang.

Namun demikian, pengamatan Gde Siriana justru banyak masyarakat yang harus keluar rumah untuk mencari oksigen dan obat-obatan demi menyelamatkan warga lainnya.

"Serta harus cari nafkah untuk yang pendapatannya harian. Ini tidak perlu terjadi jika negara mampu memenuhi ini semua," kata Gde Siriana.

Ia menilai, ajakan Jokowi mengajak rakyat untuk membatu negara adalah indikasi negara sudah tidak mampu menangani alias bendera putih tanda menyerah.

"Sangat jelas, ketika negara tidak mampu, Jokowi ngajak rakyat bantu negara. Tapi jika merasa mampu, rakyat ditinggalkan tidak ditanya apa maunya," pungkasnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya