Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Pasien Covid-19 Meninggal Karena Tidak Dapat Perawatan Medis, LaNyalla: Tanda Bahaya Ini Jangan Diabaikan

MINGGU, 11 JULI 2021 | 20:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Lonjakan kasus virus corona baru (Covid-19) turut berimbas pada pasien penyakit lain.

Pasalnya, banyak pasien kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat rumah sakit penuh dengan penderita Corona.

Merespons fakta itu, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera mengatasi masalah ini.


LaNyalla mendapatkan cerita bahwa pasien mendapat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan terjadi di Bandung beberapa waktu lalu.

Seorang warga meninggal dunia di taksi online karena tidak berhasil mendapat pelayanan dari rumah sakit akibat penuh. Pasien wanita lanjut usia bernama Kokom itu diketahui mengalami sesak nafas.

“Ini menjadi ironi karena pasien harus menghembuskan nafas terakhir di taksi online karena kesulitan mencari rumah sakit yang mau memberikan perawatan. Saya pahami saat ini rumah sakit sedang kewalahan akibat banyaknya kasus Covid-19, tapi seharusnya peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi,” tutur LaNyalla, Minggu (11/7).

Sopir taksi online yang membawa Kokom berputar-putar Bandung, mengaku sempat terkendala penyekatan PPKM Darurat.

LaNyalla mengatakan, pemerintah perlu memberikan sosialisasi lebih masif mengenai kondisi darurat yang bisa melewati pos penyekatan.

“Baik kepada petugas, maupun kepada masyarakat, jika dalam keadaan darurat seperti saat membawa pasien bisa diperkenankan lewat, bahkan seharusnya petugas juga ikut membantu,” tuturnya.

Peristiwa lainnya juga terjadi di Depok, Jawa Barat. Seorang warga Depok berinisial AA (32) pengidap down syndrome, meninggal setelah kontak dengan keluarganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ironisnya, korban tidak mendapatkan pelayanan dari puskesmas selama sakit.

Jenazah AA pun sempat telantar selama beberapa jam karena tidak ada petugas yang datang untuk mengurus pemulasaraan jenazah.

“Kejadian seperti ini menjadi pekerjaan rumah perangkat desa atau pamong lingkungan. Pengurus RT/RW harus aktif memantau warganya. Selain itu jika ada warga yang sakit, khususnya dengan gejala Covid, pengurus RT/RW perlu berkoordinasi cepat dengan Satgas Covid kelurahan agar warganya itu cepat mendapat penanganan,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu juga menyoroti peristiwa meninggalnya seorang dokter senior di Siak, Riau.

Dokter bernama Christian Ery meninggal dunia Kamis (8/7) di ruang praktiknya setelah dua hari tak bisa dihubungi.

Christian Ery dipastikan terpapar Covid dan sempat mengeluhkan sakit kepada keluarganya sebelum meninggal dunia.

LaNyalla berharap, kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Kita banyak mendengar pasien Covid yang isolasi mandiri di rumah meninggal dunia karena tak berhasil mendapat perawatan medis yang diperlukan. Banyak juga pasien non-Covid sulit mendapatkan pelayanan kesehatan karena RS penuh, kekurangan obat-obatan serta kondisi yang terus memburuk soal minimnya oksigen,” sebutnya.

“Kondisi seperti ini sangat menyedihkan dan jika lonjakan Covid terus terjadi kita benar-benar dalam bahaya karena akan banyak nyawa warga yang tak terselamatkan. Maka penting sekali peningkatan pelayanan masyarakat yang sakit sejak dini. Awareness sangat dibutuhkan dilakukan semua pihak, termasuk dari masyarakat sendiri,” tambah LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu meminta warga untuk menjadikan kasus-kasus pilu di atas sebagai sebuah pelajaran.

Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut harus menjadi warning bagi siapapun yang abai protokol kesehatan dan masih melakukan perilaku hidup yang berpotensi terpapar Covid-19.

“Alarm tanda bahaya ini jangan diabaikan, serta para kepala daerah perlu mengerahkan segala upaya taktis untuk menyiapkan skenario terburuk di daerah masing-masing,” tegasnya.

Kondisi bahaya bisa terlihat dari data kasus di DKI Jakarta. Angka kematian akibat Covid cukup tinggi per harinya, bahkan ada yang menyentuh hingga 392 pasien meninggal dunia dalam sehari.

Tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia menyebutkan 49,2 persen warga DKI Jakarta telah terpapar Covid-19. Ini artinya hampir separuh warga DKI Jakarta sudah terkena virus Corona.

“Vaksinasi Covid mutlak harus dilakukan secara cepat dan merata. Herd immunity perlu segera diciptakan sebagai salah satu upaya melindungi dan menyelamatkan masyarakat,” tutup LaNyalla.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya