Berita

Tantangan debat terbuka mahasiswa dari PB SEMMI untuk Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Repro

Politik

Tantangan Debat Dicueki, Mahasiswa Akan Ramai-ramai Sambangi Kantor Dan Rumah Luhut

SABTU, 10 JULI 2021 | 00:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitain tak menghadiri tantangan debat terbuka soal WNA masuk Indonesia yang dilontarkan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI).

Tak hanya itu, ruang diskusi virtual lewat aplikasi zoom yang sebelumnya disiapkan mahasiswa juga tanpa kehadiran Luhut.

"Sangat disayangkan, undangan debat yang saya layangkan kepada Pak Luhut perihal kedatangan WNA saat PPKM Darurat tidak dihadiri oleh beliau," ujar Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra di Jakarta, Jumat (9/7).


Ia sebelumnya telah melayangkan undangan resmi kepada Luhut yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk Jawa-Bali.

"Saya bukannya pansos atau mencari momentum, saya hanya ingin meminta Pak Luhut berargumen dengan tujuan menjelaskan secara gamblang kenapa WNA dibiarkan masuk ke Indonesia di saat negara ini sedang menghadapi serbuan Covid-19," tegas Bintang.

Baginya, langkah pemerintah yang tetap membuka pintu masuk penerbangan internasional tidak tepat. Beberapa negara lain juga sudah menutup pintu masuk warga negara asing, seperti penutupan New Delhi oleh India.

"Di Indonesia kebalikan, di saat varian delta mengganas, justu tetap membuka penerbangan dari luar negeri. Saya tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi," kritiknya.

Merasa kecewa dengan ketidakhadiran Luhut untuk berdiskusi, ia pun mengaku akan mendatangi kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi serta kediaman Luhut di Jakarta.

Sebab, penjelasan Luhut penting sekaligus sebagai bukti pemerintah terbuka dan menjalankan asas good governance sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

"Karena Pak Luhut tidak datang, maka kami yang akan beramai-ramai ke kantor hingga rumah Pak Luhut demi mendapatkan sebuah jawaban agar masyarakat tercerahkan oleh beliau," tandas Bintang.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya