Berita

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Irwan Fecho/Net

Politik

Pembelaan Irwan Fecho: Pemerintah Dan Koalisi Tidak Perlu Berpikiran Negatif Terhadap Masukan Ibas

JUMAT, 09 JULI 2021 | 00:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan failed nation dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas harusnya dilihat sebagai masukan, warning dan juga wake up call pada pemerintah atas kondisi penanganan Covid-19 yang masih jauh dari standar dan keberhasilan.

"Diharapkan pemerintah dan koalisi tidak terlalu berpikir negatif terhadap masukan dan langsung memberikan judgment terkait statement tersebut," kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Irwan Fecho, Jumat (9/7).

Masukan Ibas merupakan hal yang positif agar juga bisa menjadi pemicu untuk bisa memunculkan kreatifitas, memunculkan koordinasi yang efektif dan kreatif.


"Serta kemacetan langkah dan tindakan bisa berjalan serta kebijakan yang tidak tepat bisa diperbaiki di dalam langkah dalam penangan Covid-19 di Indonesia," ujar Irwan Fecho.

Soal dukungan Demokrat kepada pemerintah dalam penanganan Covid-19 tidak perlu diragukan lagi.

"Harus diingat bahwa Fraksi Demokrat memberikan dukungan penuh pada pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan atas Perppu No. 1/2020 yang kemudian menjadi UU 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19," demikian Irwan Fecho.

Ibas sebelumnya merasa khawatir Indonesia akan menjadi bangsa gagal atau failed nation akibat tidak mampu menyelamatkan rakyat dari pandemi Covid-19.

Pasalnya, lonjakan kasus Covid-19 terus meningkat, dan angka kematian relatif tinggi beberapa hari ini.

"Begini ya, Covid-19 makin mengganas. Keluarga kita, sahabat kita dan orang-orang di lingkungan kita banyak yang terpapar bahkan meninggal dunia. Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," kata Ibas, Rabu (7/7).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya