Berita

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar sekaligus Direktur eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin/Net

Politik

Katanya Ada Menteri Mau Mundur Di Tengah Pandemi, Ujang Komarudin: Itu Bukan Pengkhianat!

KAMIS, 08 JULI 2021 | 14:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

"Ada menteri yang ingin mundur dari Kabinet Indonesia Maju", adalah satu isu yang tetiba muncul di tengah masa darurat Covid-19.

Mantan kader Partai Gerindra yang diketahui merupakan orang dekat Presiden Joko Widodo, Arief Puyono, ialah sosok yang melontarkan isu tersebut.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, Jika ada menteri Jokowi yang ingin mundur merupakan suatu hal yang wajar dan tidak patut disebut pengkhianat, sebagaimana yang dinyatakan Arief Poyuono.


"Jika ada menteri yang akan mundur itu hal yang wajar-wajar saja. Menteri yang mundur juga bukanlah pengkhianat," ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).

Di sisi yang lain, Direktur eksekutif Indonesia Political Review ini menilai, jika ada menteri yang ingin mundur karena tidak sanggup menjalankakan kebijakan terkait Covid-19 merupakan hal bagus.

"Karena jika ada menteri yang gagal dalam kinerjanya dan mundur itukan bagus-bagus saja. Dibanyak negara banyak menteri yang mundur karena merasa gagal. Dan yang terbaru lusinan menteri di India mundur massa,” katanya.

Disinggung mengenai siapa menteri yang kira-kira bakal hengkang dari kursi menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin, Ujang meyerahkan kepada Arief Puyuono untuk mengungkapkan hal tersebut.

"Soal siapa yang akan mundur saya tak paham dan tak tahu. Tentu AP (Arief Poyuono) yang tahu," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya