Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)/Net

Politik

Menko Luhut Harus Ubah Gaya Komunikasinya Jadi Lebih Dialogis Dan Konstruktif

KAMIS, 08 JULI 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gaya komunikasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang menebar ancaman harus segera diakhiri. Luhut harus sadar bahwa gaya komunikasi itu merupakan gaya yang kerap dipertontonkan rezim otoriter.

Begitu kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun yang setuju dengan kritik yang disampaikan tokoh nasional, Rizal Ramli.

"Saya membenarkan kritik Rizal Ramli terhadap Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Bahwa LBP sebaiknya jangan sibuk mengancam atau menantang para ilmuwan, akademisi, pengamat kebijakan publik dan para ekonom yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).


Menurutnya, ancaman dan tantangan yang disampaikan Luhut merupakan gaya yang dilakukan oleh rezim otoriter dan diktaktor.

"Itu cara-cara lama dalam komunikasi publik. LBP itu mesti sadar bahwa dia harus mengubah gaya komunikasinya yang lebih dialogis, komunikatif dan konstruktif," kata Ubedilah.

Jika tidak sepakat dengan para akademisi, Luhut cukup menjawab dengan bahasa yang santun berbasis data dan tidak mengancam.

"Data mesti dilawan dengan data, bukan dengan ancaman," pungkas Ubedilah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya