Berita

Ketua Tim Peduli Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ikhsan Abdullah/Net

Politik

MUI Khawatir Kebiasaan Ibadah Di Jerman Menular Ke Indonesia

RABU, 07 JULI 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penutupan tempat ibadah ditakutkan akan memiliki dampak berkelanjutan seperti gereja yang ada di Jerman. Yakni sebatas digunakan saat pertama kali lahir, menikah, dan dimakamkan saat meninggal dunia.

Kekhawatiran itu disampaikan oleh Ketua Tim Peduli Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ikhsan Abdullah di acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "PPKM Darurat: Macet Di Penyekatan" yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/7).

Ikhsan mengaku tidak sependapat dengan penutupan tempat ibadah di saat kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, akan tetapi bandara internasional masih dibuka.


Di awal, Ikhsan menekankan bahwa MUI juga sempat bersilang pendapat dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganjurkan untuk penutupan tempat-tempat ibadah, terutama masjid, mushola di zona merah.

“Nah itu juga yang kami juga tidak sependapat. Karena itu tadi, kita kan tidak tahu nih pandemi ini 2 pekan ini selesai tidak? Kalau tidak selesai berarti kan harus lagi, ditutup dua pekan lagi, dan seterusnya," ujar Ikhsan.

Akan tetapi nyatanya, kata Ikhsan, pandemi Covid-19 sudah berjalan menuju dua tahun. Namun, penyebarannya bukannya menurun, malah cenderung naik.

Atas dasar itu, dia khawatir tempat ibadah di Indonesia berubah seperti gereja di Jerman. Di mana puluhan gereja di Jerman hanya untuk bunyi lonceng saja. Sementara jemaahnya tidak ada.

“Sampai saya bertanya kepada orang-orang di Jerman sana penduduk aslinya. Ini kenapa ya gereja segini mewah, sebegini indah, kok tidak ada penghuninya? Apa jawab mereka? Jawaban mereka, karena kami 3 kali masuk gereja, pertama ketika lahir di baptis, kedua ketika menikah, ketiga ketika meninggal," jelas Ikhsan.

Bukan tidak mungkin, kata Ikhsan, budaya di Jerman bisa berdampak di Indonesia karena tempat ibadah ditutup. Apalagi, anak muda saat ini sudah mulai menjauh dari tempat-tempat ibadah.

“Apalagi sekarang ada anjuran untuk meninggalkan tempat ibadah saat ini karena potensial kluster Covid-19,” tuturnya.

Untuk itu, dia berharap ada solusi nyata sehingga ibadah bisa tetap dilakukan di tempat ibadah. Apakah itu memperketat prokes, menunjukkan vaksin, atau juga hasil swab.

“Artinya pemerintah menyediakan kebutuhan prasarana masyarakat. Kebutuhan apa? Kebutuhan rohaninya ini loh,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya