Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Net

Politik

TKA China Terus Berdatangan, Demokrat: Pemerintah Inkonsisten, Fokus Dong Penyelamatan Nyawa, Jangan Yang Lain!

RABU, 07 JULI 2021 | 12:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah menunjukkan inkonsistensinya lantaran membiarkan 20 tenaga kerja asing (TKA) asal China tiba di Sulawesi Selatan di saat pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Demikian disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (7/7).

"Pemerintah yang masih membolehkan TKA masuk di saat terjadi krisis kesehatan dan kolapsnya faskes kita, menggambarkan inkonsistensi kebijakan untuk menekan kasus Covid-19 yang sedang melonjak drastis," kata Herzaky.


Menurut Herzaky, sikap pemerintah yang demikian itu justru membuat rakyat sangat terluka.

Pasalnya, di satu sisi pemerintah membatasi mobilitas rakyat Indonesia, namun di sisi lain pemerintah malah membiarkan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia dengan santainya.

"Rakyat akan merasa terpukul. Wajar jika kemudian muncul anggapan pemerintah tidak bersikap adil," tegasnya.

Atas dasar itu, Jurubicara Partai Demokrat ini menyarankan kepada pemerintah supaya kebijakannya mendapatkan dukungan dari semua elemen maka pemerintah harus menghindari sikap yang kontroversial dan inkonsisten.

"Fokus pada kebijakan yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia. Faskes kita kolaps, penderita Covid-19 bergelimpangan di rumah sakit, di ruang ICU, bahkan di tempat parkir," kata Herzaky.

"Belum lagi yang isoman dan tidak tercatat, baik karena menghindari rumah sakit maupun tidak diterima di RS karena sudah tidak ada tempat," imbuh dia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya