Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

WHO Sarankan Dua Obat Radang Sendi Ini Untuk Mengurangi Risiko Kematian Pada Pasien Covid-19

RABU, 07 JULI 2021 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini merekomendasikan penggunaan obat radang sendi Actemra buatan Roche dan Kevzara dari Sanofi dengan kortikosteroid untuk pasien penderita Covid-19. Dikatakan bahwa obat ini bisa mengurangi risiko kematian.

Pernyataan yang disampaikan WHO pada Selasa (6/7) itu, merujuk pada data dari sekitar 11.000 pasien Covid-19 yang dirawat dengan menggunakan obat tersebut.

Kelompok WHO mengevaluasi terapi dan menyimpulkan bahwa merawat pasien Covid yang parah dan kritis dengan apa yang disebut antagonis interleukin-6 ini yang menghalangi peradangan mengurangi risiko kematian dan kebutuhan akan ventilasi mekanis.


Menurut analisis WHO, risiko kematian dalam 28 hari untuk pasien yang mendapatkan salah satu obat radang sendi dengan kortikosteroid seperti deksametason adalah 21 persen, dibandingkan dengan risiko 25 persen yang diasumsikan di antara mereka yang mendapat perawatan standar.

"Untuk setiap 100 pasien seperti itu, empat akan bertahan," kata WHO, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/7).

Selain itu, risiko berkembang menjadi ventilasi mekanis atau kematian adalah 26 persen bagi mereka yang mendapatkan obat-obatan dan kortikosteroid, dibandingkan dengan 33 persen pada mereka yang mendapatkan perawatan standar.

Itu berarti, kata WHO, untuk setiap 100 pasien seperti itu, tujuh lagi akan bertahan hidup tanpa ventilasi mekanis.

"Kami telah memperbarui panduan perawatan klinis kami untuk mencerminkan perkembangan terbaru ini," kata Janet Diaz, pejabat Darurat Kesehatan WHO.

Studi ini mencakup 10.930 pasien, di antaranya 6.449 mendapat salah satu obat dan 4.481 mendapat perawatan standar atau plasebo.

Penelitian tersebut dilakukan bersama King's College London, University of Bristol, University College London dan Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust dan diterbitkan pada hari Selasa di Journal of American Medical Association.

Pekan lalu, Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS juga telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat untuk Actemra untuk Covid-19.

Namun, pengujian Actemra dan Kevzara untuk pasien Covid-19 melibatkan trial and error, karena beberapa kegagalan muncul ketika perusahaan mencoba obat-obatan pada kelompok pasien yang berbeda.

WHO juga menyerukan lebih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan akses ke obat-obatan semacam itu di negara-negara berpenghasilan terendah yang sekarang menghadapi lonjakan kasus dan varian virus Covid-19, ditambah dengan pasokan vaksin yang tidak memadai.

"Mereka adalah orang-orang yang perlu dijangkau oleh obat-obatan ini," kata Diaz.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya