Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

PKS Desak Jokowi Turun Langsung Tutup Pintu Masuk TKA China

RABU, 07 JULI 2021 | 02:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Polemik masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di saat negara kembali mengeluarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali menuai kecaman dari banyak kalangan.

Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi menilai berbagai lintas kementerian mulai dari Kemenhub sampai Kemenlu saling lempar tanggung jawab.

Kata Syahrul, akibatnya kerja keras pemerintah baik daerah atau nasional terkait PPKM Darurat ini dikhawatirkan tidak tercapai.

Ia mengaku khawatir akan membuka kembali serangan pandemi gelombang ketiga.

Dia meminta presiden harus turun tangan langsung dan secara tegas mengeluarkan sikap menghadapi serangan pandemi Covid-19 gelombang kedua ini cukup kuat.

"Langkah pemerintah untuk mengeluarkan PPKM Darurat di beberapa provinsi itu dinilai sudah tepat. Namun yang kita kecewakan, di saat dalam negeri sedang melakukan pengetatan kegiatan masyarakat, tiba-tiba kita mendapat kabar ada ratusan TKA yang masuk ke Indonesia," terang Syahrul Aidi.

Saat ini terjadi disparitas besar antara kecepatan laju kematian imbas Covid-19 dengan kecepatan koordinasi dan kepemimpinan pemerintah dalam penanganan Covid-19, koordinasi perlu langsung di tangan Presiden.

Untuk itu, kata politisi PKS ini, presiden harus memimpin langsung dan tegas atas hal ini.

Salah satu sikap tegas Jokowi yakni harus menutup jalur internasional sebagai pintu masuk TKA. Kapan perlu presiden keluarkan Perpres terkait hal ini.

"Makna darurat dalam PPKM darurat tidak bisa dikoordinasikan oleh selain presiden. Apabila varian delta dari Covid-19 ini diumpamakan sebagai serangan masif terhadap keselamatan rakyat Indonesia, maka presiden-lah yang harus bertanggungjawab penuh dan memimpin serangan balik mengatasi varian delta, bukan pembantu Presiden." terangnya.

Terkait pembatasan kedatangan luar negeri, Syahrul Aidi menilai pemerintah dapat berkaca dari kebijakan negara Hongkong atau Taiwan yang langsung menutup akses penerbangan internasional dari Inggris dan India akibat adanya varian Covid-19 baru.

Beberapa fakta juga menunjukkan bahwa Covid-19 khususnya varian Delta yang berasal dari luar negeri memiliki karateristik cukup mudah menyebar.

Bahkan Syahrul menduga lonjakan kasus Covid-19 saat ini di Indonesia adalah akibat Covid-19 varian Delta tersebut.

"Oleh sebab itu perjalanan internasional baik itu melalui moda darat, laut dan udara harus dilarang, karena selama ini telah terbukti bahwa sumber Covid-19 dan beberapa variannya memang selalu berasal dari luar negeri." terangnya.

Dilarangnya TKA asing masuk ke Indonesia menurut Syahrul Aidi harusnya dijadikan momen untuk menyerap tenaga kerja lokal yang saat ini banyak terimbas PHK akibat pandemi Covid-19.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Pencalonan Gibran di Pilgub Jateng Bisa Tergerus Anak BG, Jika Puan Resmi Capres ataupun Cawapres 2024

Sabtu, 07 Mei 2022 | 22:13

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Sinyal Koalisi Menguat, Ketum Demokrat Sebut AHY adalah "Airlangga Hartarto Yes"

Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:39

Rekayasa One Way Jalan Tol Jadi Bukti Infrastruktur Didesain Secara Ngawur

Minggu, 08 Mei 2022 | 07:55

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Tak Terima Dimarahi Belanda karena Tidak Ikut Mengutuk Rusia, India: Jangan Menggurui Kami, Duta Besar!

Sabtu, 07 Mei 2022 | 07:23

UPDATE

Presiden Jokowi Cabut Kewajiban Bermasker, Luqman Hakim: Bukti Pemerintah Berhasil Tangani Pandemi Covid-19

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:27

Terima Audiensi Bupati Sumedang, KPK Beri Masukan Soal Rencana Pengembangan KPI Buahdua

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:23

Belum Tentukan Parpol Pilihan, Ridwan Kamil: Sudah Makin Mengerucut

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:20

Pastikan Migor Curah Tepat Sasaran, Kemendag Gandeng Kementerian BUMN Luncurkan Program MigorRakyat

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:52

Izinkan Lepas Masker di Ruang Terbuka, Jokowi: Yang Pilek dan Batuk Jangan

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:33

Pimpinan MPR: Harus Ada Perhatian Serius bagi Orang dengan Penyakit Langka

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:27

UAS Dideportasi Singapura, Citra Indonesia sebagai Negara Besar Rontok

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:24

M Taufik Dukung Airin untuk Pilkada DKI, Gerindra: Kalau Gak Loyal ke Partai Kita Pecat!

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:06

Diperiksa Tim Penyidik KLHK Soal Satwa, Bupati Terbit Rencana: Demi Tuhan, Itu Titipan Semua

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:54

Musdalub Tak Kunjung Terlaksana, Tokoh Senior Golkar Bekasi Cemas Soal 2024

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:54

Selengkapnya