Berita

Pasukan militer Amerika Serikat/Net

Dunia

Oryx: Ratusan Kendaraan Dan Senjata Militer AS Diambil Alih Taliban

MINGGU, 04 JULI 2021 | 07:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah proses penarikan pasukan dari Afghanistan, Amerika Serikat (AS) menghadapi sejumlah tantangan. Termasuk laporan baru-baru ini yang menyebut sejumlah alutsista milik AS telah berada di tangan Taliban.

Laporan tersebut pertama kali dimuat oleh Oryx, sebuah outlet berita yang fokus pada isu keamanan dan kerap menjadi rujukan bagi media arus utama AS.

Oryx menyebut, kendaraan dan senjata militer yang pasukan AS berikan kepada Tentara Nasional Afghanistan telah diambil alih Taliban pada tingkat yang mengkhawatirkan selama beberapa pekan terakhir.


Dari investigasi sumber intelijen, diperkirakan Taliban sudah mendapatkan 715 unit Humvee dan truk ringan lainnya, lusinan kendaraan lapis baja, dan sistem artileri berat.

Selain itu, dua tank milik Tentara Nasional Afghanistan, lusinan sistem mortir dan senjata anti-pesawat, 17 howitzer penarik D-30 122 milimeter, 141 truk Navistar AS, 21 kendaraan lapis baja tahan ranjau Oshkosh, buldoser, ekskavator, dan peralatan lainnya termasuk dalam pengangkutan Taliban.

Setelah laporan itu muncul, sejumlah rekaman diunggah ke media sosial, mempertontonkan pasukan keamanan Afghanistan menyerahkan senjata dan peralatan mereka kepada Taliban secara massal.

Forbes memperingatkan bahwa Taliban dapat menggunakan kendaraan yang direbut untuk menciptakan kekuatan tempur bergerak yang besar jika mampu menyediakan bahan bakar.

Sejak melakukan invasi ke Afghanistan pada 2001, AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk melengkapi Tentara Nasional Afghanistan dan Angkatan Polisi. Lebih dari 25 ribu Humvee telah dikirim ke Afghanistan, bersama ribuan kendaraan dan peralatan militer lainnya.

Berdasarkan perintah Presiden Joe Biden, pasukan AS di Afghanistan ditarik mundur dengan tenggat waktu 11 September 2021, yang dimulai pada awal Mei lalu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya