Berita

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa/RMOLJateng

Nusantara

Dihantam Covid-19, Sektor Jasa Keuangan Jateng-DIY Masih Tumbuh Positif

JUMAT, 02 JULI 2021 | 01:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pandemi virus corona baru (Covid-19) yang saat ini masih merebak telah mengakibatkan perekonomian dunia mengalami kontraksi, termasuk Indonesia.

Bank Dunia dan IMF bahkan menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini merupakan yang salah satu terparah dalam sejarah dunia. Semua negara mencatatkan kemunduran ekonomi dan lebih dari 40 negara telah masuk dalam resesi.

Namun demikian, sejauh ini, perekonomian Jateng-DIY masih cukup positif.


Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa, Kamis (1/7), menyampaikan, seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi yang secara bertahap dilakukan patut disyukuri bahwa kinerja ekonomi di Jawa Tengah dan DIY telah mengalami perbaikan bila dibandingkan akhir tahun lalu.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah meningkat dari posisi akhir tahun (Desember 2020) sebesar -3,34 persen year on year (yoy) menjadi sebesar -0,87 persen yoy pada Maret 2021 dan pertumbuhan ekonomi DIY meningkat dari -0,68 persen yoy menjadi sebesar 6,14 persen yoy, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada Maret 2021 tercatat sebesar -0,74 persen yoy.

Aman Santosa menjelaskan, sejalan dengan mulai pulihnya perekonomian, kinerja perbankan di Jawa Tengah terjaga dan menunjukkan tren positif dan capaiannya melebihi capaian perbankan Nasional dalam hal aset, kredit dan dana pihak ketiga (DPK).

Berdasarkan data OJK posisi bulan April 2021, aset perbankan di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 10,86 persen secara year on year (yoy), penyaluran kredit tumbuh sebesar 3,74 persen yoy dan Dana Pihak Ketiga sebesar 12,63 persen yoy sehingga secara keseluruhan kinerja di Jawa Tengah lebih baik dibandingkan perbankan nasional yang tercatat sebesar 6,64 persen yoy, serta penyaluran kredit nasional yang mencatatkan pertumbuhan -2,19 persen yoy.

Menurutnya Aman, kinerja perbankan yang baik tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara OJK, Pemerintah Daerah serta pelaku Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah.

termasuk dalam upaya untuk menimalisir dampak pandemik Covid-19 yang ditimbulkan terhadap sektor keuangan yaitu melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diantaranya Penempatan Uang Negara, Penjaminan Kredit, Subsidi Bunga, dan Kebijakan Restrukturisasi Kredit.

Berdasarkan data sampai dengan bulan April 2021, realisasi restrukturisasi kredit di sektor Perbankan telah dilakukan terhadap 1,23 juta debitur dengan nominal Rp 60,66 triliun sedangkan pada perusahaan pembiayaan telah dilakukan terhadap 522.176 debitur dengan nominal Rp 17,07 triliun.

Terkait penempatan uang negara di Bank milik pemerintah telah mencapai Rp49,2 triliun kepada 968.173 rekening.

Selanjutnya untuk program subsidi bunga telah mencapai Rp1,02 triliun yang dilakukan terhadap 1,73 juta debitur, dan untuk program penjaminan kredit telah mencapai Rp 3,22 triliun yang dilakukan terhadap 8.015 debitur.

"Dukungan penuh juga kami harapkan terhadap program vaksinasi terhadap pelaku sektor jasa keuangan yang saat ini tengah OJK lakukan sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak terhambat oleh kekhawatiran penyebaran Covid-19 ini," pungkas Aman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya