Berita

Bazoga butuh uluran tangan donatur untuk merawat ratusan hewan yang mereka miliki/Net

Nusantara

PPKM Darurat Bikin Urusan Pakan Satwa Kian Berat, Bandung Zoe Garden Ajak Masyarakat Ulurkan Bantuan

KAMIS, 01 JULI 2021 | 17:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

RMOL. Penutupan tempat wisata selama penerapan PPKM Darurat antara 3 hingga 20 Juli mendatang kembali memukul pengelola Bandung Zoo Garden (Bazoga).

Marketing Komunikasi (Markom) Bazoga, Sulhan Syafi'i, mengeluhkan besarnya biaya pemeliharaan satwa yang harus mereka tanggung di saat pemerintah menutup semua tempat wisata.

Ia mengatakan, pihaknya harus menyiapkan makanan untuk 850-an ekor satwa dan biaya operasinal lainnya.


"Setiap hari kami harus memberi satwa makan dan perawatan kesehatan yang nilainya hampir sekitar 300 jutaan rupiah per bulan. Artinya kami cukup menguras kantong tabungan perusahaan," jelas Sulhan, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (1/7).

"Kami setuju dengan langkah pemerintah dalam pengendalian virus Covid-19, karena Kota Bandung memang masih zona merah," lanjutnya.

Karena itulah, pihak Bazoga memohon bantuan dari segala pihak berupa dana maupun pakan bagi satwa. Para penyumbang dipersilakan datang ke dapur Bazoga atau ke Jalan Taman Sari, Kota Bandung.

"Pakan yang kami terima berupa daging sapi, daging ayam, buah-buahan, sayur-sayuran dan pakan satwa lainnya," ujarnya.

Menurut Sulhan, permohonan sumbangan bagi satwa tersebut menjadi kedua kalinya sejak ditutup pada periode Maret-Juni tahun 2020 silam.

Setelah lebaran memang ada penutupan sekali selama 10 hari kemudian ditutup lagi pada 17 Juni hingga tanggal 30 Juni, kemudian dilanjutkan lagi periode 1 Juli sampai 14 Juli 2021.

"Apabila dihitung, penutupan ketiga ini mencapai 30 hari, sedangkan Bazoga tidak ada pemasukan. Di sisi lain kami harus mengeluarkan anggaran untuk gaji karyawan, operasional, dan pakan satwa," paparnya.

Sebagai langkah awal, manajemen tengah melakukan pemotongan gaji kepada 84 karyawan sebagai salah satu cara efisiensi. Hal tersebut dilakukan manajemen karena pihaknya berusaha tak mengurangi pakan bagi 850 ekor satwa yang ada.

"Manajemen dengan tangan terbuka bila ada yang pihak yang ingin membantu menyumbangkan pakan untuk satwa," harapnya.

Ia menyebut penutupan saat ini membuat beberapa hal di kebun binatang harus dikaji ulang, seperti jumlah pakan. Akan tetapi, saat ini merupakan limit terendah yang maksimal bisa dilakukan.

"Faktor pakan satwa sekarang adalah titik terendah pakan yang bisa diberikan kepada satwa. Bila ditekan lagi kemungkinan akan ada hal-hal atau dampak negatif bagi para satwa. Semua sudah dikaji secara mendalam dan juga dilakukan modifikasi pakan yang ujungnya adalah seperti yang ada pada saat ini," lanjutnya.

Apabila dilakukan pengurangan pakan, imbuh Sulhan, pihaknya khawatir dan berdampak negatif bagi satwa seperti sakit dan malnutrisi. Bahkan hal yang paling buruk yakni kematian satwa akibat kekurangan pakan.

"Faktor kesehatan juga harus dilihat dalam modifikasi pakan karena jangan sampai modifikasi atau pengurangan berdampak pada kesehatan satwa," tutupnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya