Berita

Prof. Zubairi Djoerban anggap pemberlakukan PPKM Darurat lebih rasional tekan Covid-19/Net

Politik

Zubairi Djoerban: Skenario PPKM Darurat Lebih Masuk Akal Tekan Angka Sebaran Covid-19

KAMIS, 01 JULI 2021 | 06:01 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

PPKM Mikro Darurat yang telah diputuskan Presiden Joko Widodo kemarin (Rabu, 30/6) dan akan diumumkan detainya siang ini (Kamis, 1/7) diyakini akan lebih mampu menekan angka penyebaran Covid-19.

Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban, PPM Mikro Darurat yang akan diberlakukan dari tanggal 3 sampai 20 Juli mendatang tidak akan membuat pelayanan kewalahan. Selain itu, aspek pengawasannya juga akan lebih maksimal.

"Saya pikir skenario PPKM Mikro Darurat jauh lebih masuk akal untuk meratakan kurva sehingga layanan medis tidak kewalahan. Semoga kebijakan ini efektif dan konsisten di pengawasannya," kata Zubairi, Kamis pagi (1/7).


Lebih lanjut, dijelaskan Zubairi saat ini sedang terjadi aksi kejar-kejaran antara proses vaksinasi dengan penularan kasus baru varian Delta.

"Apalagi kita sedang berpacu antara kecepatan vaksinasi dan penularan Delta. Bismillah bisa," demikian kata Zubairi.

Kemarin (Rabu, 30/6) kasus Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 21.807 kasus. Dengan demikian sejak awal masuk Covid-19 hingga saat ini Indonesia telah mencatat 2.178.272 kasus inveksi virus yang menyebar dari Wuhan, China ini. Sedangkan kasus aktif Covid-19 di tanah air hingga saat ini sebanyak 239.368 kasus.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya