Berita

Pulau wisata ini akan menjadi program percontohan untuk memulai kembali industri pariwisata Thailand yang babak belur akibat pandemi Covid-19/Net

Dunia

Phuket Bersiap Buka Keran Pariwisata, Turis Asing Akan Disambut Deretan Toko Tutup

RABU, 30 JUNI 2021 | 16:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Salah satu destinasi pariwisata populer di Thailand, yakni Phuket, bersiap untuk kembali membuka pintu bagi masuknya turis asing mulai besok (Kamis, 1/7).

Pulau wisata ini akan menjadi program percontohan untuk memulai kembali industri pariwisata Thailand yang babak belur akibat pandemi Covid-19.

Dalam program ini, turis asing yang sudah divaksinasi penuh dengan tes virus corona negatif akan diperbolehkan untuk terbang langsung ke pulau bagian selatan Thailand itu. Mereka akan diperkenankan untuk melewati persyaratan karantina selama 14 hari.


Sayangnya, rencana pembukaan kembali wisata Phuket disambut kurang antusias oleh sebagian pelaku bisnis di wilayah tersebut.

Banyak di antara mereka yang menyambut bahwa para turis asing yang masuk akan disambut dengan deretan toko yang tutup.

"Mereka akan melihat bangunan yang dijual, bangunan untuk disewakan, toko tutup, toko serba ada tutup. Apakah menurut Anda ini lingkungan yang baik untuk turis? Tidak," kata ketua Asosiasi Pengembangan Pengusaha Pariwisata Phuket kata Srangsan Thongtan.

Dia menjelaskan bahwa banyak pelaku bisnis membutuhkan bantuan pinjaman lunak untuk bisa kembali bangkit.

"Sangat sulit untuk membuka (bsnis), kami tidak punya anggaran, kami tidak punya uang untuk memperbaiki, mengecat ulang semuanya untuk mengembalikan bisnis kami," sambungnya, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Menurut data kelompok industri Thailand baru-baru ini, lebih dari dua juta pekerja pariwisata Thailand telah kehilangan pekerjaan mereka sejak tahun lalu. Di antara jumlah tersebut, sekitar 400 ribu di antaranya kehilangan pekerjaan pada kuartal pertama 2021.

Thailand sendiri telah kehilangan pendapatan pariwisata sekitar 50 miliar dolar AS pada tahun lalu ketika kunjungan asing turun 83 persen dari hampir 40 juta pengunjung pada tahun 2019.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya