Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang/Net

Dunia

Wang Wenbin Tegur Yasuhide Nakayama Karena Sebut Taiwan Sebagai Sebuah Negara

RABU, 30 JUNI 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin meminta Jepang untuk mengeluarkan klarifikasi dan koreksi pasca Wakil Menteri Pertahanan Jepang Yasuhide Nakayama menyebut Taiwan sebagai sebuah negara.

Menurut Wang, apa yang dilakukan Nakayama adalah sebuah kesalahan dan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip empat dokumen politik termasuk Deklarasi Bersama China-Jepang.

Dia juga menambahkan bahwa komentar itu melanggar janji, yang berulang kali dibuat oleh pihak Jepang, tentang 'tidak menganggap Taiwan sebagai sebuah negara'.


"China menuntut Jepang segera mengeluarkan klarifikasi untuk memastikan hal seperti itu tidak akan terulang kembali," kata Wang, seperti dikutip dari CGTN, Selasa (29/6).

Wang juga menambahkan bahwa pertanyaan Taiwan menyangkut landasan politik hubungan China-Jepang dan kredibilitas dasar antara kedua negara serta aturan hukum dan keadilan internasional.

"China secara serius mendesak pihak Jepang untuk dengan sungguh-sungguh menepati janjinya atas pertanyaan Taiwan, untuk berhati-hati dalam kata-kata dan perbuatan, untuk tidak merusak kedaulatan China dengan cara apa pun dan untuk menahan diri dari mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan 'kemerdekaan Taiwan'," ujar Wang.

Sebelumnya Nakayama mengeluarkan pernyataan yang mengatakan negara-negara demokratis harus melindungi satu sama lain dan bahkan dia mencatat Taiwan sebagai 'garis merah'.

"Jadi kita harus melindungi Taiwan sebagai negara demokratis," ujar Nakayama.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya