Berita

Ilustrasi Pemilihan umum/Net

Politik

Arman Salam: Hanya 20 Persen Masyarakat Indonesia Inginkan Jokowi 3 Periode

RABU, 30 JUNI 2021 | 06:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wacana jabatan presiden tiga periode terus disorot oleh berbagai kalangan. Gagasan agar Presiden Joko Widodo melanjutkan kekuasannya bersama Prabowo Subianto dikembangkan Direktur Indo Barometer M. Qodari.

Menurut Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam, boleh saja M. Qodari berpendapat bahwa bila Jokowi menjabat tiga periode dan dipasangkan dengan Prabowo maka persoalan polarisasi di tengah masyarakat  dapat diselesaikan.

Namun demikian, menurut Arman, hal yang perlu diingat adalah bahwa dalam kontestasi polirik wajar terjadi polarisasi di tengah masyarakat. Karena bagaimana pun juga akan ada beberapa pandangan yang berbeda mengenai kriteria pemimpin yang ideal.


Justru karena itu, untuk menemukan pemimpin ideal, gagasan setiap kandidat  perlu ditelanjangi.

"Agar publik bisa tahu benar kelebihan dan kekurangan masing masing calon.  Sehingga masyarakat tidak salah pilih seperti apa tipe pemimpinnya ke depan," demikian kata Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (29/6).

Arman menjelaskan, tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadi polarisasi. Ia meyakini pemimpin pengganti Jokowi akan meneruskan program yang baik.

Dalam pandangannya, di setiap negara demokrasi jika publik disuguhkan calon yang dianggap super power, maka publik akan mengangap tidak sehat bagi pertumbuhan demokrasi itu sendiri.

"Masyarakat akan memandang berbahaya dalam prikehidupan, karena mengunci ruang gerak kelompok yang anti Jokowi, seakan kekuasaan itu hanya ditentukan oleh segelintir orang atau kelompok," urai Arman.

Lebih lanjut Arman mengungkapkan bahwa hasil risetnya pada April 2021, hanya sekitar 20an persen masyarakat yang setuju dengan wacana jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode.

"Kalau kita melihat hasil survei karena mayoritas publik tidak menginginkan Jokowi tiga periode," tutup Arman.

Wacana presiden 3 periode disuarakan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari.

Argumentasi Qodari dengan majunya Jokowi didampingi Prabowo maka potensi kerasnya polarisasi masyarakat tidak akan terjadi lagi.

Selain itu, dalam pandangan Qodari tidak akan ada lagi pembelahan cebong kampret seperti pada Pilpres 2019 lalu.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya