Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Covid-19 Menggila, Jokowi Harus Intensif Berkomunikasi Langsung Dengan Seluruh Kepala Daerah

RABU, 30 JUNI 2021 | 06:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo disarankan berkomunikasi intensif dengan seluruh kepala daerah terkait penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).

Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia (Sulindo) Wempy Hadir mengatakan, keputusan Gubernur Jawa Tengah yang meminta kepala daerah di daerahnya melakukan lockdown sebanyak-banyaknya adalah bentuk pemimpin yang menguasai daerah pimpinannya.

Menurut Wempy, Jokowi tak cukup menyuarakan rencana pemberlakukan PPKM darurat.


"Dalam situasi sulit seperti saat ini Jokowi sebagai Presiden harus berkomunikasi langsung dengan para kepala daerah, bagaimana kondisinya dan cara penanganannya pasrahkan ke kepala daerah, mereka yang tahu kondisi riilnya," demikian kata Wempy Hadir saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/6).

Ia mengingatkan, jangan sampai kejadian dengan Anies yang berbeda pendapat soal cara menangani pandemi kembali terjadi.

Saat itu, bacaan Wempy, Anies akan memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran Covid-19. Sedangkan sikap tidak setuju Jokowi nampak dari langkah Menko Kemaritiman dna Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang melakukan pertemuan dengan Anies.

Usia bertemu, kebijakan lockdown berubah menjadi Pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Cara semacam ini kurang tepat seperti ada hambatan komunikasi, ini tidak baik untuk pola penanganan Covid-19 yang hari ini kasusnya terus menggila," tandas Wempy.

Data kasus hingga Selasa (29/6) kasus aktif sudah menyentuh 228.835 kasus, bertambah 10.359.

Sedangkan kasus harian bertambah 20.467 kasus, total sejak awal pandemi 2.156.465.

Angka kematian akibat terjangkit Covid-19 sebanyak 58.024 orang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya