Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kabut Asap Tipis Selimuti Palembang, BPBD: Bukan Dari Karhutla

SELASA, 29 JUNI 2021 | 15:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kabut asap tipis menyerang Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir, terutama saat malam hari. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyebut kabut asap tipis tersebut bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, kabut ditimbulkan akibat udara panas yang terperangkap di cuaca dingin. Acap kali timbul saat malam hari.

“Itu kabut akibat cuaca panas. Jadi bukan berasal dari Karhutla,” jelas Ansori kepada wartawan, Selasa (29/6).


Ansori mengatakan, situasi Karhutla di Sumsel masih terkendali. Ia mengakui, ada beberapa wilayah yang sudah mengalami Karhutla. Seperti di kawasan Kabupaten Ogan Ilir (OI) beberapa waktu lalu.

“Tetapi bisa cepat dipadamkan. Tidak sampai meluas,” ujarnya.

Saat ini, jumlah hotspot atau titik panas yang terdeteksi sepanjang 2021 (Januari-Juni), mencapai 548 titik. Meski ada peningkatan di Juni ini, namun jumlahnya masih lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu di periode yang sama.

“Kalau tahun lalu itu sekitar 1.721 hotspot,” bebernya.

Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan sudah dilakukan BPBD Sumsel. Beberapa di antaranya dengan menetapkan status siaga lebih awal.

Lalu, pengerahan personel ke sejumlah lokasi rawan, pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta pengerahan operasional helikopter water bombing.

“Untuk TMC sudah dilakukan sejak 10 Juni lalu. Beberapa daerah rawan Karhutla juga sudah banyak yang diguyur hujan. Sehingga, kondisi lahan saat ini masih tetap basah,” pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya