Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

RUU Legalisasi Poliandri Picu Perdebatan Sengit Di Afrika Selatan

SELASA, 29 JUNI 2021 | 12:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah proposal untuk melegalkan poliandri alias wanita menikahi lebih dari satu suami telah memantik perdebatan hebat di Afrika Selatan, khususnya di kalangan konservatif dan kelompok agama.

Afrika Selatan diketahui sudah mengizinkan poligami, yaitu pria yang menikahi lebih dari satu istri.

Baru-baru ini, pemerintah berencana untuk melakukan reformasi UU Perkawinan, salah satunya mengizinkan poliandri. Proposal tersebut sudah dituangkan dalam green paper Departemen Dalam Negeri.


Namun belum proses pembahasan, proposal itu sudah dikecam banyak pihak.

Pemimpin oposisi dari Partai Demokrat Kristen Afrika (ACDP), Kenneth Meshoe menyebut jika poliandri diizinkan maka akan menghancurkan masyarakat dan budaya Afrika.

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang selebriti pria yang diketahui memiliki empat istri dan memiliki program mengenai keluarga poligaminya, Musa Mseleku.

"Ini akan menghancurkan budaya Afrika. Bagaimana dengan anak-anak dari orang-orang itu? Bagaimana mereka mengetahui identitas mereka?" ujarnya.

Mseleku menegaskan, wanita tidak bisa mengambil peran pria.

"Ini tidak pernah terdengar. Akankah wanita itu sekarang membayar lobola (harga pengantin) untuk pria itu. Akankah pria itu diharapkan untuk mengambil nama keluarganya?" ucapnya.

Menurut seorang akademisi, Profesor Collis Machoko, berbagai kritik terhadap proposal tersebut menunjukkan bahwa pria enggan kehilangan "kendali".

"Masyarakat Afrika tidak siap untuk kesetaraan sejati. Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan wanita yang tidak dapat kami kendalikan," jelas dia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya