Berita

Ilustrasi vaksin Covid-19/Net

Dunia

Menlu Retno Dorong Negara-negara G20 Untuk Berbagi Vaksin Covid-19

SELASA, 29 JUNI 2021 | 10:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mendorong kerja sama kesehatan, khususnya dalam program vaksinasi, dengan negara-negara G20.

Dalam pertemuan dengan para menlu G20 di Italia pada Senin (28/6), Retno menyoroti kesenjangan program vaksinasi antara negara maju dan negara berkembang.

Ia juga menggarisbawahi kemunculan varian baru virus corona yang mengharuskan dunia mempercepat vaksinasi secara adil.


"Dalam kaitan ini, Indonesia terus mendorong diterapkannya kesetaraan akses vaksin bagi semua negara," ujar Retno dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Selasa (29/6).

Tiga hal yang didorong oleh Indonesia untuk mempercepat vaksinasi dengan setara adalah berbagi dosis, mendukung proposal TRIPS waiver atau penghapusan sementara hak cipta untuk vaksin dan pengobatan Covid-19, serta penutup kesenjangan pembiayaan untuk ACT-Accelerator.

"Khusus mengenai isu vaksin dan obat-obatan Covid-19, dapat saya sampaikan bahwa akhir-akhir ini saya melakukan komunikasi intensif, termasuk dengan Menlu India dan Menlu Jepang. Komunikasi dengan Menlu Jepang terfokus pada isu doses-sharing vaksin," jelasnya.

Menurut Retno, dalam komunikasi tersebut, Jepang berkomitmen menyumbangkan sekitar 2 juta dosis vaksin Covid-19 untuk Indonesia. Sebanyak 1 juta dosis direncanakan tiba pada 1 Juli, dan sisanya pada pertengahan bulan tersebut.

Jepang, lanjutnya, juga akan menyepakati kerja sama penyediaan obat-obatan terapeutik yang diperlukan oleh Indonesia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Retno kepada Menlu India. Retno berharap agar India memberikan kelonggaran izin ekspor beberapa obat-obatan terapeutik kepada Indonesia.

"Permintaan Indonesia dipertimbangkan secara positif oleh India dan Indonesia telah menyampaikan rincian obat-obatan yang diperlukan saat ini," jelas Retno.

Sejak situasi pandemi Covid-19 memburuk, India telah memberlakukan pembatasan sementara untuk ekspor vaksin dan obat-obatan demi kebutuhan di dalam negeri.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya