Berita

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Cenderung Ambisi Maju Pilpres 2024, Prabowo Harus Konsolidasi Mulai Sekarang

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 04:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pertemuan politik Ketua Umum Prabowo Subianto dengan beberapa tokoh politik disinyalir sebagai upaya menjalankan konsolidasi memenangkan kontestasi pemilihan presiden (Pipres) tahun 2024 mendatang.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an menganalisa, Prabowo nampak masih berambisi untuk merebut kursi presiden d tahun 2024 mendatang.

Penilaian Ali Rif'an, salah satunya dari pernyataan Prabowo saat menjadi narasumber di Podcast Deddy Corbuzier.


Menurut mantan Manajer Riset Poltracking Indonesia itu, kalau memang Prabowo berminat memenangi Pilpres 2024, maka harus memulai konsolidasi sejak sekarang.

"Ada kecenderungan memang Prabowo punya minat untuk maju Pilpres 2024, kalau ada minat berarti harus konsolidasi sejak sekerang," demikian kata Ali Rif'an kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/6).

Dalam pandangan Ali Rif'an tokoh politik lain seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yuhdoyono, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto nampak mulai agresif menggalang koalisi Pilpres 2024.

Atas dasar itulah, Prabowo mau tidak mau harus melakukan safari politik.

Kata Ali Rif'an, Prabowo juga harus mengantisipasi apabila paket pasangan dengan Puan Maharani ternyata gagal.

"Kalau startnya tidak lebih awal akan ketinggalan. Gerak politik Prabowo untuk patron koalisi dan menambah perolehan elektabilitas," pungkas Ali Rif'an.

Dalam beberapa hari ini Prabowo bertemu Ridwan Kamil dan Rizal Ramli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya