Berita

Jurnalis senior, Ilham Bintang/Net

Politik

Berkaca Pada Perth Yang Kembali Normal Akibat Lockdown, Ilham Bintang: Kita Tidak Bisa Hentikan Dengan Cara Coba-coba

RABU, 23 JUNI 2021 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah kebijakan penanganan Covid-19 menjadi faktor penentu bagi suatu negara bisa keluar dari masalah kesehatan global ini atau tidak.

Jurnalis senior, Ilham Bintang, baru saja menerima kabar dari sahabatnya bernama Sjahrir yang berada di Ibu Kota Australia Barat, Perth.

Ia mengungkap, salah satu negara bagian Australia itu akan membuka aktivitas masyarakat. Karena, langkah kebijakan penanganan Covid-19 yang diambil terbukti menjadi solusi.


"Siapa bilang pandemi tidak bisa dikendalikan? Sejam lalu dapat info dari Pak Sjahrir, sahabat saya di Perth, Australia. Setelah lockdown beberapa lama, mulai besok masyarakat di Ibu Kota Australia Barat sudah bisa bebas bergerak seperti layaknya di masa normal, sebelum pandemi. Tidak perlu pakai masker dan selalu menjaga jarak, seperti kita di Tanah Air," ujar Ilham Bintang dalam akun Facebooknya, Rabu (23/6).

Berkaca dari penanganan pandemi di negeri Kangguru tersebut, Ilham Bintang memandang pokok masalah virus Covid-19 adalah mobilitas dan kerumunan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Australia, bahkan di New Zealand dan termasuk Singapore, secara konsisten menggunakan sanksi hukum ketika menutup semua perbatasan masuk ke negara mereka. Selain itu, transportasi antar negara bagian juga di tutup sementara.

"Australia, beberapa kali lockdown. Namun langkah itu diambil secara terukur, dengan cara tarik ulur, kayak menarik layangan. Begitu dapat angin mereka ulur talinya. Mereka pun akan cepat menarik talinya jika embusan angin berkurang," kata Ilham Bintang.

Tak cuma di Australia Barat, di ibu kota negara bagian Victoria, Melbourne, Ilham Bintang mendapat informasi penanganan pandemi di sana dilakukan dengan me-lockdown kota sebanyak beberapa kali.

"Biarpun hanya lima warga yang mereka temukan terpapar Covid-19 (dilakukan lockdown). Pernah juga hanya satu warga yang positif Covid-19, mereka langsung lockdown diberlakukan. Perth (juga) pernah mengalami itu," beber Ilham Bintang.

Namun melihat kondisi di tanah air, khususnya yang terjadi di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ilahm Bintang merasa prihatin. Karena, pemerintahan di dua provinsi tersebut menyatakan tidak punya dana untuk menerapkan penguncian wilayah atau lockdown.

Tapi di sisi yang lain, Ilham Bintang justru melihat hal yang berbeda di negara-negara bagian Australia, yang mengambil kebijakan lockdown tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya yang terdampak.

"Rasanya cara itu (lockdown) tidak sampai menguras habis anggaran negara  walau harus beberapa kali memberikan dana kompensasi buat warganya yang tak bekerja karena lockdown," ungkap Ilham Bintang.

"Tidak seperti yang dialami sekarang oleh Jawa Barat dan Yogyakarta. Tidak bisa melakukan lockdown karena tak punya dana buat membiayai hidup warganya yang terdampak," imbuhnya.

Dari contoh-contoh kasus tersebut, Ilham Bintang memandang perlu adanya langkah kebijakan yang efektif di dalam negeri, agar bisa keluar dari masalah pandemi Covid-19.
 
"Saya hanya mau mengatakan begini. Kita tidak bisa menghentikan pandemi  hanya dengan cara coba-coba, improvisasi, bikin banyak judul pengendalian, tetapi mengabaikan pokok masalahnya," demikian Ilham Bintang.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya